Foto : Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani didampingi Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, Titik Ernawati saat menghadiri peringatan HAN 2026 di Prigen

Indeks Perlindungan Anak Kabupaten Gresik Terbaik Pertama se Jawa Timur dan Tembus 3 Besar Nasional

Loading

GRESIK (independensi.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik, sukses meraih Peringkat 1 se Jawa Timur dan Peringkat 3 Nasional untuk Indeks Perlindungan Anak (IPA).

Penghargaan itu diterima langsung oleh Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani saat menghadiri puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Jawa Timur, yang berlangsung di kawasan wisata Pintu Langit, Prigen, Kabupaten Pasuruan, Selasa, 28 Juli 2026.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang memberikan perhatian dan penghargaan kepada anak-anak dan perempuan. Sekaligus melauncing layanan Perisai Anak (Ekosistem Perlindungan Anak di Ruang Digital), yang dirancang sebagai langkah strategis menekan angka kekerasan pada anak.

“Pemprov Jatim benar-benar memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak, bukti nyata telah memberikan layanan seperti Perisai Anak yang akan melindungi perempuan dan anak di Jawa Timur,” ujarnya.

Arifah mengingatkan para orang tua di Jawa Timur tentang besarnya ancaman digital, khususnya dari pengaruh negatif media sosial. Melalui program ini, orang tua didorong untuk mengambil peran kecil yang berdampak besar, seperti menjadi teman berbicara, teladan penggunaan gawai, serta pendengar pertama bagi anak tanpa langsung memberikan penghakiman sepihak.

“Masalah kekerasan dan tantangan yang dihadapi anak-anak di era modern tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Untuk itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sekolah, hingga orang tua untuk berkolaborasi bersama,” tuturnya.

Sementara Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menyampaikan, kegiatan tersebut menjadi momentum krusial bagi wilayah Jawa Timur untuk memperkuat komitmen perlindungan hak anak sekaligus implementasi ruang digital yang sehat, aman, dan bertanggung jawab bagi generasi masa depan.

“Penghargaan ini menjadi motivasi kami untuk terus berjuang memberikan perlindungan terhadap anak-anak di Gresik. Ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Gresik dalam membangun lingkungan yang ramah anak sekaligus mendorong pemenuhan hak-hak anak melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Di tambakan Bupati bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh, belajar, terlindungi, sehat, dan berkembang secara optimal sesuai potensi yang dimiliki.

“Sebagai bentuk komitmen tersebut, Pemkab Gresik terus menghadirkan berbagai program yang berpihak kepada anak melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, pemenuhan gizi, hingga penciptaan lingkungan yang aman dan ramah anak,” imbaunya.

“Mari kita sayangi anak, lindungi mereka, karena anak-anak kita adalah calon pemimpin masa depan. Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah memastikan mereka tumbuh sehat, memperoleh pendidikan yang berkualitas, mendapatkan perlindungan, serta memiliki ruang untuk mengembangkan karakter, kreativitas, dan prestasinya,” sambungnya.

Senada ditegaskan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak (KBPPPA) Gresik, Titik Ernawati, indeks perlindungan anak tingkat provinsi Jawa timur yang diperoleh Kabupaten Gresik melalui 5 kluster penilaian. Diantaranya, hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif serta kesehatan dasar dan kesejahteraan.

“Ini akan menjadi pemicu semangat kami kedepan dalam meningkatkan nilai Indeks perlindungan dan pemenuhan hak hak anak di Gresik. Harapannya kedepan Kabupaten Gresik mempertahankan kembali tingkat pertama di Jawa Timur dan naik level di nasional,” tandasnya. (Mor)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *