![]()
BEKASI (Independensi.com)- Guna mengurangi pemakaian air yang tidak berbayar atau non-revenue water/NRW,
salah satu strategi melakukan penertiban terhadap adanya sambungan liar.
Ada potensi untuk bisa menekan kehilangan air melalui strategi menekan jumlah sambungan ilegal. Kemudian, mengurangi kehilangan air secara administrasi maupun kehilangan air yang tampak di permukaan.
“Berdasarkan ekspose yang dilakukan Tim Delapan dalam upaya menertibkan sambungan pelanggan, masih ada peluang yang bisa dilakukan untuk mengurangi angka NRW”.
Penegasan itu disampaikan Plt Direktur Usaha Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Bhagasasi, Lilie Subali di hadapan peserta apel pagi para karyawan perusahaan daerah ini, kemarin.
Jajaran Direksi Perumda Tirta Bhagasasi terus mengejar percepatan menambah jumlah sambungan langganan (SL). Salah satu strategi yang dilakukan adalah menekan angka kehilangan air (non revenue water/NRW), katanya..
Khusus beberapa bagian/divisi yang berada di bawah Direktur Bidang Usaha Perumda Tirta Bhagasasi, ia minta agar fokus bekerja melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Bekasi dengan sebaik mungkin.
Lilie juga menegaskan kembali untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait biaya pemasangan baru di wilayah yang sudah ada jaringan perpipaan (eksisting).
“Biaya pasang baru di wilayah eksisting jaringan perpipaan, sudah diatur. Namun, masyarakat masih banyak yang belum mengetahuinya. Prinsipnya, biaya standar di wilayah eksisting perlu disampaikan kepada masyarakat dan jangan memberatkan masyarakat,” ucapnya.
Sebagaimana diketahui, angka kehilangan air atau kebocoran di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab Bekasi ini, masih tinggi. Namun berbagai upaya terus dilakukan baik secara teknis dan administrasi, tambah Direktur Teknik, Rika Nursantika. (jonder sihotang)

