![]()
BEKASI (Independensi.com)-
Kesempatan bekerja bagi masyarakat Kabupaten Bekasi di berbagai kawasan industri, terus dimaksimalkan. Kali ini, dilalukan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Pemkab Bekasi untuk memperluas akses informasi dan kesempatan kerja bagi masyarakat melalui platform digital “Nyari Gawe”.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Dinas Ketenagakerjaan, berperan menghimpun perusahaan-perusahaan di wilayah Kabupaten Bekasi agar dapat mempublikasikan informasi lowongan kerja melalui Job Fair Online Jawa Barat.
Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh informasi lowongan secara lebih terbuka dan mengaksesnya melalui aplikasi Nyari Gawe, yang dikembangkan Pemprov Jawa Barat sebagai platform layanan pencarian kerja.
Kemudian, Pemkab Bekasi terus mendorong perusahaan agar membuka kesempatan kerja bagi masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi. Upaya tersebut telah dilakukan melalui komunikasi dan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan untuk menyampaikan pentingnya membuka lowongan yang dapat diakses oleh masyarakat lokal.
Langkah tersebut akan terus diperkuat dengan mengajak seluruh kawasan industri yang ada di Kabupaten Bekasi untuk bersama-sama membangun hubungan antara kebutuhan industri dengan masyarakat pencari kerja, ungkap Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, kemarin
“Saya sudah datang langsung ke perusahaan-perusahaan, salah satunya untuk meminta agar mereka membuka lowongan kerja sebagaimana yang kita tetapkan, dan dibuka untuk masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Pengelolaan Kawasan Industri
Selain itu, Bupati Bekasi akan mengumpulkan pengelola kawasan industri untuk membahas kebutuhan tenaga kerja sekaligus mendorong perusahaan agar memberikan kesempatan yang lebih luas kepada warga Kabupaten Bekasi.
Ia menyebut, Kabupaten Bekasi memiliki sedikitnya 11 kawasan industri yang menjadi bagian penting dari aktivitas perekonomian daerah. Oleh karena itu, keterlibatan perusahaan di kawasan-kawasan tersebut dinilai penting untuk memperluas informasi lowongan dan memperkuat penyerapan tenaga kerja lokal.
Pihaknya akan memastikan bahwa para lulusan SMA dan SMK memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan industri sehingga peluang kerja yang tersedia dapat diisi oleh tenaga kerja dari Kabupaten Bekasi.
“Ini menjadi tugas Pemerintah Kabupaten Bekasi agar setiap lulusan, baik SMA, SMK, maupun yang setara, bahkan diploma atau sarjana, bisa menjadi SDM yang mumpuni dan punya bekal ilmu yang dicari oleh perusahaan,” ungkap Asep.
Job Fair Online
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, mendorong agar pelaksanaan Job Fair Online dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga informasi mengenai kesempatan kerja dapat lebih rutin diterima masyarakat. Ia meminta Pemkab Bekasi untuk terus mengajak perusahaan-perusahaan di wilayahnya berpartisipasi dan mempublikasikan lowongan kerja secara terbuka.
Gubernur menilai keterbukaan informasi lowongan kerja penting untuk memperluas akses masyarakat sekaligus mengurangi praktik percaloan dalam proses pencarian kerja. Ia optimis semakin banyak perusahaan yang mempublikasikan lowongan secara terbuka, semakin luas pula masyarakat dapat mengetahui dan mengakses kesempatan kerja yang tersedia.
“Saya minta agar live Job Fair ini rutin, bisa per minggu misalnya. Selain bisa menginformasikan kepada masyarakat, kita bisa mengurangi angka pengangguran, lalu kita juga bisa memberantas calo-calo,” ujarnya.
Dedi juga mendorong agar perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi yang belum berpartisipasi dapat terus diajak bergabung dalam Job Fair Online Jawa Barat. Dengan keterlibatan lebih banyak perusahaan, informasi mengenai lowongan kerja diharapkan dapat tersedia secara lebih terbuka bagi masyarakat.
Ia juga mendorong agar perusahaan-perusahaan di Kabupaten Bekasi yang belum berpartisipasi dapat terus diajak bergabung dalam Job Fair Online Jawa Barat. Dengan keterlibatan lebih banyak perusahaan, informasi mengenai lowongan kerja diharapkan dapat tersedia secara lebih terbuka bagi masyarakat. (jonder sihotang)

