![]()
BEKASI (Independensi.com)- Di tengah kemarau yang terjadi saat ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, terus berusaha mempertahankan produksi padi daerah. Diharapkan, dari kabupaten yang kini masih mempertahankan luas lahan pertanian sekitar 35.000 hingga 37.000 hektare, dapat memenuhi target produksi padi 503 ton per musim tanam.
Target untuk membantu ketahanan pangan nasional itu, merupakan kuota yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan). Kini, Pemkab Bekasi memfokuskan strategi pada percepatan Luas Tambah Tanam (LTT) di tengah terpaan alih fungsi lahan serta risiko kekeringan.

Penjelasan itu disampaikan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Eem Embang, kemarin.
“Target kami tetap di angka 503 ton per musim setiap tahunnya. Oleh karena itu, kementerian rutin menggelar evaluasi bulanan untuk meninjau sejauh mana kemampuan kita dalam merealisasikan penanaman hingga masa panen,” jelas Eem.
Ia menjelaskan, tumpuan lahan pertanian kini bergeser penuh ke kawasan utara. Dari sekian wilayah utara, Kecamatan Pebayuran menjadi kontributor paling krusial dalam menyokong angka produksi daerah dengan hasil panen yang terbilang tinggi.
“Pebayuran masih jadi wilayah prioritas karena lahannya luas dan produktivitasnya amat baik, mampu menghasilkan sekitar 8 hingga 9 ton per hektar,” katanya.
Untuk kecamatan Pebayuran sendiri, belum lama ini Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo melakukan inspeksi mendadak. Ditemukan, sekitar 1.OOO hektare sawah kekeringan akibat pasokan air dari saluran irigasi yang tidak lancar.
Menteri PU pun memerintahkan Dirjennya untuk segera mengalirkan air untuk mengairi sekitar 1.000 hektare di wilayah yang masuk lumbung padi tersebut.
Di depan Menteri, Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja malaporkan akan mempercepat normalisasi saluran irigasi untuk mempercepat air masuk ke persawahan masyarakat.
Diketahui, dampak kemarau ditambah saluran irigasi yang tidak lancar seribuan hektare sawah di wilayah tersebut kekeringan. Kondisi ini berpengaruh besar dan menjadi tantangan serius bagi ketahanan pangan secara nasional.
Asep kepada Menteri PU melaporkan pihaknya sudah melakukan normalisasi si berbagai saluran irigasi dan sungai di sejumlah lokasi Kabupaten Bekasi.
Pemkab Bekasi menargetkan normalisasi selsai satu bulan kedepan. Dengan demikian, diharapkan target swasembada pangan nasional dapat tercapai. (jonder sihotang)

