Ribuan migran di Kota Paris diusir

Polisi Usir Ribuan Migran dari Kota Paris

PARIS (IndependensI.com) – Polisi Prancis mengusir ribuan migran — sebagian besar melarikan diri dari perang atau bentrokan di negara-negara seperti Sudan, Eritrea, dan Afghanistan — yang tinggal di trotoar di daerah utara Paris pada Jumat (8/7/2017).

Puluhan polisi dan kendaraan polisi datang sekitar pukul 5 pagi waktu setempat untuk membersihkan daerah itu, yang jumlahnya menurut pejabat Paris City Hall Dominique Versini telah membengkak menjadi antara 2.000 dan 2.500 orang.

Sekitar 100 orang per hari tiba di daerah yang disebut sebagai Porte De la Chapelle di utara Paris, katanya kepada stasiun TV CNews. Disebutkan pula banyak dari para migran itu datang dari Afrika timur serta Timur Tengah.

“Kamp-kamp ilegal ini menimbulkan resiko keamanan dan kesehatan masyarakat bagi penghuni dan penduduk lokal, ” menurut kantor polisi Paris dalam sebuah pernyataan saat 350 polisi dan petugas lain melakukan pembersihan.

Para migran dikawal ke bus untuk dibawa ke penginapan sementara seperti gedung gimnasium di Paris dan daerah di sekitar ibu kota. Rekaman langsung TV menunjukkan apa yang tampaknya merupakam proses evakuasi damai.

Menteri Dalam Negeri Gerard Collomb mengatakan awal pekan ini bahwa situasi semakin tidak terkendali dengan lebih dari 400 orang datang setiap pekan ke daerah itu.

“Masalahnya selalu sama,” katanya. Pertama Anda mengatakan ‘Saya akan membuka pusat penampungan untuk 500 orang’ dan berikutnya yang Anda tahu Anda memiliki 3.000 atau 4.000 orang dan Anda harus menyelesaikan masalah ini.

“Dia telah diminta oleh Presiden Emmanuel Macron untuk menghasilkan sebuah rencana untuk mempercepat pemrosesan permintaan suaka dengan maksud untuk memutuskan dalam waktu enam bulan pihak yang akan memperolej status pengungsi dan pihak yang akan dikirim pulang.