Sejumlah orang berdiri di belakang barikade polisi di Ouagadougou, Burkina Faso, Senin (14/8/2017), dekat lokasi restoran Turki yang diserang teroris sehari sebelumnya. (AFP)

Korban Teror di Burkina Faso Bertambah

OUAGADOUGOU (IndependensI.com) – Korban serangan teroris di Ouagadougou, Burkina Faso, bertambah. Pemerintah setempat menyebutkan 18 orang tewas, delapan di antaranya warga asing, ketika sekelompok orang bersenjata api menyerang restoran, Minggu (13/8/2017) malam.

Restoran yang diserang adalah salah satu tempat favorit warga asing berkumpul. Para ekspatriat biasanya mendatangi rumah makan itu untuk menyaksikan siaran pertandingan sepakbola.

Otoritas keamanan mengatakan dua orang penyerang tewas di tangan pasukan pemerintah dalam adu tembak di jalanan. Sebanyak 22 orang mengalami luka-luka, termasuk lima orang tentara, kata jaksa Maiza Serema.

Menteri Luar Negeri Alpha Barry mengatakan bahwa serangan “teroris” di Ouagadougou menewaskan tujuh warga lokal dan setidaknya delapan warga asing yang berasal dari Prancis, Kanada, Kuwait, Senegal, Niger, Lebanon, dan Turki. Serema mengatakan masih ada tiga jasad

Di tempat terpisah, Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan dua orang warga negaranya menjadi korban.

“Mereka menembak ke arah teras. Kami naik tangga dan tiarap di lantai. Penyerang datang lalu menodongkan senjatanya ke arah kami,” kata salah seorang penyintas yang diwawancarai televisi setempat.

“Saya tidak mengerti bahasa mereka. Sepertinya Bahasa Arab,” ujarnya.

Teroris Serbu Restoran, 17 Tewas

Restoran ini berada hanya sekitar 200 meter dari hotel dan kafe yang diserang teroris pada Januari 2016. Korban tewas mencapai 30 orang dan korban luka 71 orang, sebagian besar warga asing. Serangan tersebut diklaim oleh gerombolan Al-Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM).

Serema mengatakan penyerang yang terwas ditembak petugas berusia “amat muda”. “Mereka datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor,” ujarnya.

“Masing-masing teroris bersenjatakan AK47. Kami menemukan banyak magasin di lokasi kejadian, sebagian sudah kosong, sebagian masih penuh,” kata Serema.