Swiss Education Expert Bimbing Calon Praktisi Pariwisata

DENPASAR (IndependensI.com) – Ada yang berbeda dalam penyelenggaraan Education Fair 2017, dari beberapa stand institusi pendidikan yang berpameran di sekolah Jembatan Budaya (JB School), Stand Swiss Education Expert yang paling mendapatkan kunjungan terbanyak.

Partisipan yang turut memeriahkan Education Fair 2017 diantaranya Universitas Kristen Maranatha (Bandung). Institut Sains Terapan dan Teknologi Surabaya, ELTIM, London School of Public Relation, Petra Christian University, Sekolah Tinggi Desain Bali, Spitze Studium, Edlink+ Convex, OTTIMO International Master Gourmet Academy, Universitas Surabaya (Ubaya), Psb Academy Singapore, SIM Global Education, Universitas Pelita Harapan (UPH), Naresy International Education Consultant, Universitas Ciputra, Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Binus University, Vista Education dan Tokyo International University.

“Keunggulan kami selain memiliki referensi universitas ternama di negara Swiss adalah mentoring system atau bimbingan berupa pembekalan kepada calon siswa yang lebih kami kedepankan,” kata Amalia Mardhani, Study Consultant dari Swiss Education Expert di sela-sela Education Fair 2017 di Sekolah Jembatan Budaya (JB School) di Kawasan Sunset Road, Kuta, Selasa (26/9/2017).

Menurutnya, Bimbingan (mentoring) sangat diperlukan sekaligus untuk mengetahui minat dan bakat dari calon siswa agar lebih efektif mengikuti pendidikan di negera Swiss nantinya.

Swiss adalah satu-satunya tempat yang ideal untuk mempelajari hospitality, karena sejarah hospitality di dunia itu sendiri pertama kali berawal dari Swiss. SEE mewakili lima universitas hospitality yang tergabung dalam Swiss Education Group. Kelima universitas ini masuk dalam 10 besar universitas terbaik di Eropa dan masing-masing universitas menawarkan spesialisasi unik yang berkaitan dengan hospitality industry.

Tidak hanya itu, setiap universitas juga menawarkan program S1 dan S2, bahkan ada yang double degree. Seperti, Swiss Hotel Management School (SHMS) yang menawarkan double degree bagi mereka yang mengambil S1 untuk jurusan Hospitality & Event Management yang fokus studynya meliputi operational hotel dengan dasar Food & Beverages yang kuat mempelajari juga Spa Management dan Event Management. Mereka akan mendapatkan Switzerland BA Degree dan British BA Degree. Untuk British BA Degree ini dikeluarkan oleh Universitas Derby di Inggris.

Apabila SHMS lebih fokus mencetak profesional yang ahli dalam Hotel & Resort Traditional Management and Hospitality Event, lain halnya dengan IHTII (International Hospitality and Design Management Switzerland) yang ingin melahirkan seorang konseptor atau ahli perencanaan bisnis hotel di masa depan.

“Program S1 untuk Hotel and Design Management ini merupakan satu-satunya di dunia. Industri tengah kekurangan profesional yang ahli dalam mendesain konsep bisnis perhotelan. Grup industri hospitality dunia meminta kami untuk membuat kurikulum yang spesifik terhadap hotel & design management,” jelas Amalia. Program tiga tahun akademik ini juga menawarkan double degree kepada lulusannya.

Untuk kegiatan di SMA Jembatan Budaya kali ini dirasakan lebih prospektif, “Banyak animo dan pertanyaan-pertanyaan kritis dilontarkan seputar informasi dan fasilitas pendidikan yang disediakan Swiss Education Expert group. (hd)