Seorang Ibu yang menjadi korban mafia tanah yang bermain dengan oknum pejabat Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengadu dengan cara unik.

Berharap Didengar Presiden, Ini yang Dilakukan Korban Mafia Tanah dan Oknum BPN

JAKARTA (IndependensI.com) – Seorang Ibu pencari keadilan yang frustrasi karena dipermainkan oleh mafia tanah dan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN) mengadu kepada Presiden Jomo Widodo dengan cara unik. Karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan untuk berjalan kaki, dibantu seorang keluargaya, maka si Ibu tersebut menggunakan kursi roda dengan membawa tulisan “Bapak Jokowi Tolong Saya Korban Mafia Tanah dan Oknum BPN”.

Aksi nyentrik ini dilakukan di tengah keramaian. Foto itu beredar luas di media sosial Minggu 1 Oktober 2017.  Namun belum diperoleh data tentang lokasi dan identitas si ibu. Meski lokasi dan identitas belum diperoleh, tapi pesan yang mau disampaikan si Ibu sangat jelas yakni Ketidakadilan. Si Ibu sedang mencari Keadilan. Ketidakadilan masih terjadi di mana-mana, termasuk di bidang penegakan hukum yakni bidang Pertanahan.

Si Ibu berarti sudah menempuh berbagai cara untuk bisa mempertahankan hak-haknya sebagai pemilih tanah yang sah. Namun, keganasan mafia tanah,  hak pemilik sah tanah menjadi hangus.  Pemilik tanah kehilangan hak-haknya karena permainan mafia tanah yang bekerja sama dengan oknum Badan Pertanahan Nasional (BPN). Kejahatan itu masih terus berlangsung hingga saat ini seperti dialami oleh Sang Ibu tersebut.

Karena semua jalur yang diupayakan sudah mentok, termasuk mengadu ke berbagai instansi, namun tidak pernah ditanggapi, maka sebagai rakyat kecil si ibu ini menempuh jurus terakhir yakni menulis doa dan harapannya untuk Presiden Jokowi dengan membawa tulisan itu di tengah keramaian. Harapannya cuma satu yakni Presiden Joko Widodo turun tangan membela hak-hak rakyat kecil dan Presiden memberantas mafia tanah serta membersihkan oknum BPN yang jahat bagi rakyat.

Ulah mafia tanah yang selalu bekerja sama dengan oknum BPN itu masih banyak terjadi di mana-mana di negeri ini, terutama di perkotaaan. Mereka selalu punya cara untuk mempermainkan surat-surat tanah, menggelapkan hak-hak pemilih tanah, sehingga pemilik sah menjadi kehilangan haknya.

Perasaan getir itu pula yang dirasakan si Ibu tersebut sebagaimana tampak dalam foto, sehingga dia rela didorong kursi roda di tempat keramaian agar ada orang yang menyampaikan harapannya kepada Presiden Jokowi. Usia yang renta dan kondisi kesehatan yang kurang mendukung tidak membuatnya pasrah, tetapi berharap kepada pemimpin yang mendengar suara dan jeritan rakyat yang diperlakukan sewenang-wenang, diinjak-injak oleh aparat penegak hukum.

Semoga harapan si Ibu pencari keadilan itu sampai menembus telinga Istana Presiden. Karena apa yang diperjuangkan oleh si Ibu itu, bukan semata demi kepentingannya dirinya sendiri. Itu sebuah perjuangan tentang keadilan karena keadilan belum tegak di negeri ini. Korbannya selalu orang yang lemah, terutama rakyat kecil.

Si Ibu mungkin hanyalah salah satu diantara ribuan, puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan orang yang menjadi korban ketidakadilan di negeri ini. Keadilan di negeri ini masih barang langka. Menyedihkan memang, tapi itulah fakta pahit yang kita temui hari ini dan harus terus diperjuangkan agar bisa terbebas dari ketidakadilan.

Apa yang dilakukan oleh Si Ibu tersebut seharusnya menjadi tamparan keras bagi aparat penegak hukum yang masih sering mempermain-mainkan hukum di negeri ini. Hal itu menunjukkan bahwa lembaga peradilan sudah tidak dipercaya rakyat, sehingga mencari keadilan di ruang publik. Semoga ini menjadi bahan evaluasi semua institusi penegak hukum di negeri ini. Malu dong….

Kisah Nyata: Kinerja Kanwil BPN DKI Jakarta Sangat Buruk, Banyak Kasus Tanah Libatkan Pegawai BPN