Petinju Inggris, Anthony Joshua (kanan), melepas pukulan ke arah petinju Prancis kelahiran Kamerun, Carlos Takam, pada perebutan gelar juara dunia kelas berat IBF dan WBA di Stadion Principality, Cardiff, Inggris, Minggu (29/10/2017) pagi WIB. (AFP)

Joshua Pertahankan Sabuk Juara dan Rekor KO

JAKARTA (IndependensI.com) – Anthony Joshua mempertahankan rekor 100 persen kemenangan KO dengan menghentikan perlawanan Carlos Takam di ronde ke-10, Minggu (29/10/2017) pagi WIB.

Berkat kemenangan di Stadion Principality, Cardiff, Inggris, Joshua mempertahankan gelar juara dunia kelas berat Federasi Tinju Internasional (IBF) dan Asosiasi Tinju Dunia (WBA).

Takam, petinju Prancis kelahiran Kamerun, menjadi korban KO ke-20 Joshua. Pelipis kanan Takam sudah teriris pukulan Joshua di ronde keempat. Tapi sang penantang masih bisa memberi perlawanan hingga wasit menghentikan pertarungan di ronde ke-10.

“Pertarungan yang hebat hingga wasit menghentikannya. Saya amat menghargai Takam,” kata Joshua yang hidungnya sempat mengeluarkan darah karena adu kepala di ronde kedua.

“Bayangkan jika hidung saya patah dan tidak bisa bernapas dan dia membaik keadaan di ronde pertengahan? Saya pasti kena bencana, jadi saya berusaha tetap tenang. Saya sadar harus menguasai keadaan. Jika saya sempat memperlihatkan kelemahan, wasit bisa melerai,” ujar Joshua yang empat kali mempertahankan gelar juara IBF dan sekali untuk gelar juara WBA.

Takam dapat hitungan di ronde keempat setelah menerima pukulan beruntun dari Joshua. Di ronde ke-10, Takam tampak tidak bisa memberi perlawanan sehingga wasit Phil Edwards menghentikan pertarungan.

Takam sempat protes karena merasa keputusan wasit itu terlalu dini. Aksi Takam disoraki pendukung Joshua. Tapi kemudian penonton memberikan tepuk tangan penghormatan untuk sang penantang.

Carlos Takam protes kepada wasit Phil Edwards yang menghentikan pertarungan melawan Anthony Joshua di ronde ke-10.

“Saya rasa pertarungan tadi tidak perlu dihentikan. Saya ingin rematch jika Anthony mau melayani permintaan saya,” kata Takam.

Takam menerima undangan menantang juara dunia tidak sampai dua pekan dari jadwal pertarungan. Dia sulit melayani pukulan Joshua karena luka di sekitar mata yang mengganggu penglihatannya sejak ronde awal.

Buat Takam, kekalahan ini adalah yang keempat sepanjang karier profesionalnya. Dia kalah angka dari Joseph Parker (Selandia Baru) pada 2016 dan kalah KO dari Alexander Povetkin (Rusia) pada 2014.

Takam membawa bendera Kamerun saat berlaga di Olimpiade 2004. Tahun berikutnya dia pindah ke Paris.

Dia maju sebagai penantang Joshua setelah Kubrat Pulev (Bulgaria) tidak bisa bertarung karena cedera bahu, hanya 12 hari sebelum jadwal pertarungan.