Banser dan GP Ansor NU Gresik Tolak Yerussalem Menjadi Ibukota Israel

GRESIK (Independensi.com) – Ratusan anggota Banser dan Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Nahdatul Ulama Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyatakan sikap kecaman menentang keras tindakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengatakan Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

“Kami Banser dan GP Ansor dan NU Gresik, dengan tegas menyatakan sikap penolakan. Terkait pecaplokan dan pengakuan sepihak, yang dilakukan Presiden Amerika Donald Trump. Terhadap Kota Yerussalem di Palestina yang telah diklaim sebagai Ibukota Israel,” kata Ketua GP Ansor Kabupaten Gresik Agus Junaidi Hamza.

“Sikap kami ini, kami lakukan untuk menindaklanjuti sikap Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) yang telah mengeluarkan sikap tegasnya. Dengan meminta presiden RI Joko Widodo untuk mengeluarkan sikap menolak hal yang sama,” ujarnya, usai mengikuti Pengukuhan Satkorcab Banser Gresik dilapangan Bunderan GKB, Minggu (10/12/2017).

Berikut, butir-butir pernyataan sikap Banser, GP Ansor dan NU Gresik atas Persoalan Palestina.

1. Banser, GP Ansor NU Gresik ikut mengecam keras pengakuan sepihak AS terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan mendesak AS untuk mencabut kembali keputusan tersebut.

2. Pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB yang Amerika Serikat menjadi anggota tetapnya serta bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

3. Banser, GP Ansor NU Gresik serta rakyat Indonesia, kita semuanya, tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan UUD 1945.

‌4. Banser, GP Ansor NU Gresik ikut terus mendorong Pemerintah Indonesia agar berkomunikasi dan meminta PBB untuk segera bersidang menyikapi pengakuan sepihak AS tersebut. (Rezereno)