Featured Video Play Icon

Penguatan Struktur Ekonomi Nasional Harus Dimulai dari Koperasi

JAKARTA (independensi.com) – Suatu bangunan akan berdiri tegak dan kokoh jika memiliki pondasi yang kuat. Fungsi utama pondasi adalah menahan seluruh beban bangunan dan meneruskannya ke tanah di sekitarnya.

Suatu saat, bisa saja atap bangunan yang berguna untuk melindungi bagian dalam dari terik panas, hujan, salju, angin, dan sebagainya hancur, gentengnya beterbangan diterjang hujan badai.

Atau barang kali dindingnya ambrol diguncang gempa atau dihantam gelombang tsunami. Kita tahu bersama, karena posisinya yang berada tepat di tengah-tengah bangunan membuat dinding berperan menopang beban bangunan yang ada di atasnya.

Namun jika pondasinya masih kokoh, kita akan dengan mudah merekonstruksi bahkan mendirikan gedung yang lebih megah lagi di atasnya.

Sungguh tepat bila kedudukan dan peran Koperasi dalam  perekonomian Indonesia diibaratkan pondasi sebuah bangunan.

“Saya tidak setuju jika ada yang mengatakan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan menengah sebagai ‘tulang punggung’ perekonomian Indonesia karena kalau tulang punggung patah takkan mampu lagi menopang kepala dan bagian tubuh lainnya,” kata Sekretaris Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Agus Muraham.

Di sela kesibukannya memimpin rapat, Agus menerima independensi.com di ruang kerjanya di lantai 7 Gedung Kementerian Koperasi dan UKM Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu.

“Karenanya saya lebih senang memakai perumpamaan pondasi untuk menjelaskan peran koperasi di Indonesia. Lantainya itu UMKM, Dinding, tiang dan atapnya adalah industri skala menengah dan besar. Jadi kalau mau kuat pondasi perekonomian nasional ya perkuat dulu koperasinya.”

Untuk mengetahui lebih jauh upaya yang telah dan akan dilakukan Kementerian Koperasi dan UKM dalam merevitalisasi koperasi dan UKM di era ekonomi digital, simak video di atas.