Mobil SUV putih yang digunakan pelaku untuk menyeruduk pejalan kaki di Flinders Street, Melbourne, Australia, Kamis (21/12/2017). (AFP)

Pengendara Seruduk Pejalan Kaki, 19 Masuk Rumah Sakit

JAKARTA (IndependensI.com) – Seorang pengendara menabrakkan mobilnya ke arah pejalan kaki di Flinders Street, Melbourne, Australia, Kamis (21/12/2017).

Sebanyak 19 orang langsung dilarikan ke rumah sakit, dengan tiga orang di antaranya dalam keadaan kritis. Di antara korban terdapat sembilan orang warga negara asing.

Otoritas Australia mengatakan pelaku adalah seorang laki-laki berusia 23 tahun, warga Australia keturunan Afganistan. Pelaku mengaku tindakannya dilakukan sebagai balasan atas “perlakuan buruk terhadap Muslim”.

Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull mengatakan sejauh ini belum ditemukan kaitan pelaku terhadap kelompok teroris. Pelaku, yang datang ke Australia sebagai pengungsi, disebutkan punya riwayat penyalahgunaan narkotika dan memiliki masalah kesehatan jiwa.

“Diserang seperti ini, di tengah-tengah salah satu kota besar kita, adalah kejadian yang mengejutkan. Ini adalah kejahatan yang mengejutkan,” kata Turnbull seperti dikutip kantor berita AFP, Jumat (22/12/2017).

“Dia mengatakan bahwa tindakannya dipersembahkan untuk Muslim yang tidak diperlakukan dengan baik,” ujarnya.

“Tapi di tahap ini, sementara penyelidikan masih berlangsung, di luar dari pernyataan tersebut, belum diketahui adanya kaitan terhadap masalah politik, atau kaitan terhadap kelompok ekstremis, dan saya diberitahu bahwa saat ini belum ditemukan kaitannya terhadap terorisme,” kata Turnbull.

Pelaku, yang diringkus dari mobilnya oleh seorang polisi yang sedang tidak bertugas, hari ini menjalani pemeriksaan kejiwaan.

Turnbull mengatakan sebanyak sembilan orang korban adalah warga asing, termasuk tiga orang wisatawan asal Korea Selatan. Surat kabar setempat memberitakan korban lain berasal dari China, italia, India, Venezuela, Irlandia, dan Selandia Baru.

Turnbull menenangkan warganya dengan mengatakan bahwa serangan yang terjadi Kamis itu adalah kejadian tunggal. “Kita semua harus terus melakukan kegiatan sehari-hari seperti yang biasa kita lakukan,” katanya.

Melbourne mulai normal pada Jumat pagi. Beberapa ruas jalan yang sempat ditutup juga sudah dibuka lagi. Namun kesiagaan tetap terlihat dengan banyaknya polisi bersenjata lengkap di tepi jalan.

Selain untuk mengantisipasi serangan seperti kemarin, Melbourne juga sibuk menyambut keramaian Malam Natal dan pertandingan kriket Australia melawan Inggris yang dijadwalkan berlangsung pada Boxing Day.