Panen di Kota Unaaha ibukota Kab. Konawe, dilakukan menggunakan alsintan combine harvester baik bantuan kementerian pertanian maupun milik masyarakat. (Humas Kementerian Pertanian)

Hingga Februari 2018, Lima Kelurahan di Kabupaten Konawe Panen Padi

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Hingga Februari 2018, lima kelurahan di Kabupaten Konawe yakni Tobeu, Tuoy, Unaaha, Asambu dan Wawonggole, secara bersamaan memasuki masa panen. 

Ramlah, Kepala BPP Unaaha Dinas Pertanian Kab. Konawe menyatakan bahwa luas sawah di Wilayah Unaaha mencapai 799 hektare (ha).

Demikian dalam keterangan pers diterima Independensi.com, Minggu (14/1/2018).

Lebih lanjut disebutkan bahwa varitas yang banyak di gunakan di wilayah ini adalah varietas Mekongga, Ciherang serta Inpari 30.

Selanjutnya Sahrun yang merupakan salah seorang petani dan juga PNS Pemkab Konawe menyatakan, produksi yang diperoleh musim ini sangat baik mencapai 6 ton per ha.

Harga gabah yang diterima petani saat ini adalah Rp. 4.700. Harga tersebut sudah mulai menurun dari pekan sebelumnya yang mencapai Rp. 4.800 per kg Gabah Kering Panen (GKP).

Panen dilakukan menggunakan alsintan combine harvester baik bantuan kementerian pertanian maupun milik masyarakat. Penggunaan alsintan ini sangat membantu percepatan panen petani serta mengurangi kehilangan hasil panen, sambung Iwan L. Danpos Ramil Unaaha yang juga turut memantau panen padi di Wilayah Unaaha.

Muslimin, salah seorang pengelolah jasa penggilingan padi menyatakan bahwa harga gabah saat ini memang lebih tinggi di bandingkan dengan musim sebelumnya karena kualitasnya yang baik sehingga dapat diolah menjadi beras premium yang lebih menguntungkan karena harganya lebih tinggi dibandingkan memproduksi beras medium.

Peneliti BPTP Balitbangtan Sultra Zainal Abidin menyatakan bahwa fenomena peningkatan harga beras di Kab. Konawe merupakan imbas dari peningkatan harga beras secara nasional.

Lebih lanjut disebutkan bahwa peningkatan harga ini hanya sementara karena panen padi masih berus berlangsung baik di Kab. Konawe maupun Kabupaten lain yang menjadi lumbung beras di Provinsi Sultra seperti Konawe Selatan. Kolaka dan Kolaka Timur.