Roger Federer. (Istimewa)

Federer Tembus Babak Final

MELBOURNE (IndependensI.com) – Tanpa menemui kesulitan, juara berthan Roger Federer asal Swiss mencapai babak final Australian Open 2018 di lapangan Rod Laver Arena, Melbourne Park, Melbourne, Australia, Jumat (26/1). Federer hanya perlu satu jam dua menit untuk mengandaskan harapan kemenangan petenis Korsel, Hyeon Chung 6-1, 5-2 (Ret). Chung harus keluar dari lapangan menyusul mengalami lecet telapak kaki kirinya.

Sukses Federer membuka peluang dirinya untuk mengemas trofi grand slam ke-20. Dia juga mencatat sukses babak semifinal yang keenam dari 13 kali tampil di Melbourne Park. “Bermain dalam pertandingan yang begitu cepat, berpengaruh pada kesiapan fisik dan mental. Ini adalah sebuah proses untuk menjadi lebih baik. Tapi saya senang bisa mencapai babak final kali ini,” ujar Federer usai berlaga.

Saat bertanding, Chung berusaha menyembunyikan kesakitan dari kaki kirinya. Lecet telapak kaki kiri tersebut menimbulkan rasa sakit luarbiasa hingga mengganggu penampilannya. Federer pun melihat ada sesuatu yang tidak beres dari Chung. “Saya pernah bertanding dengan lecet seperti itu. Sering kali. Rasa sakitnya memang tidak bisa ditahan. Chung bermain sangat bagus dan dia sudah menunjukkan penampilan terbaiknya,” ungkap Federer.

Dari catatan yang ada, Federer hanya satu kali kalah di babak final ketika berhadapan dengan Rafael Nadal pada medio 2009. Laga final, Minggu (28/1), Federer akan berhadapan dengan unggulan enam Marin Cilic. Federer hanya terpaut satu hari dari babak perempat final untuk bermain di semifinal. Sedangkan Cilic mendapat waktu istirahat yang lebih panjang. Rekor Federer bermain di babak final Melbourne Park adalah kali ketujuh atau yang ke-30 kali di ajang grand slam sepanjang kariernya.

Cilic pernah mengalami lecet seperti Chung saat berlaga di babak final Wimbledon tahun lalu melawan Federer. Namun saat tampil di babak perempat final dengan mengalahkan Nadal, Cilic bermain sangat agresif dan tidak mengalami masalah lagi.

Sedangkan Chung yang diharapkan bisa bermain lebih baik usai menundukkan unggulan empat Alexander Zverev di babak ketiga dan mengalahkan mantan juara Novak Djokovic di babak keempat, menemui kegagalan. Dia sempat mendapat suntikan anti rasa sakit sebelum bermain dan beberapa kali melakukan konsultasi dengan para medis.