Tim penolong memeriksa lokasi jatuhnya pesawat penumpang Antonov An-148 di distrik Ramensky, luar kota Moskow, Senin (12/2/2018). (AFP)

Rusia Terus Cari Korban dan Pecahan Pesawat

JAKARTA (IndependensI.com) – Tim penyelidik keselamatan transportasi Rusia, Senin (12/2/2018), mulai memeriksa kotak hitam pesawat penumpang yang jatuh dekat Moskow. Di saat yang sama, lebih dari 1.000 orang dan 200 kendaraan dikerahkan untuk mencari jasad korban dan pecahan pesawat.

Antonov An-148 milik maskapai penerbangan Saratov Airlines itu menghilang dari layar radar setelah lepas landas dari bandar udara Domodedovo. Pesawat penumpang itu kemudian diketahui jatuh di distrik Ramensky pada Minggu (11/2/2018) pukul 11.28 GMT (18.28 WIB).

Sebanyak 65 orang penumpang dan enam orang awaknya tewas dalam petaka transportasi udara terburuk sejak 2016 ini. Di antara korban terdapat tiga orang anak-anak, termasuk seorang bocah perempuan berusia lima tahun.

Tim penyelamat harus menggali salju tebal untuk mencari potongan tubuh korban dan pecahan pesawat. Komite penerbangan Rusia mengatakan kotak hitam sudah ditemukan. Mereka juga sudah mengumpulkan “sekitar 400 potong pecahan pesawat”.

Pesawat nahas itu berangkat dari Moskow dengan tujuan Orsk, kota di kawasan Orenburg, dekat dengan perbatasan Rusia dan Kazakstan.

Pada Senin, tim penolong berseragam gelap melakukan penggalian secara sistematis di lokasi jatuhnya pesawat. Mereka menggunakan sekop untuk menggali salju dengan ketebalan sekitar 40cm.

Menteri Perhubungan Maxime Sokolov mengatakan proses pencarian akan berlangsung selama sekitar satu pekan.

Prosesnya sungguh tidak mudah karena luasnya sebaran pecahan pesawat, hingga lebih dari 30 hektar. Tantangan lain adalah medan yang berat dan salju tebal.

Pesawat Penumpang Rusia Jatuh, 71 Tewas

Presiden Vladimir Putin sudah menyampaikan ucapan belasungkawa dan “terus menerima informasi” tetang petaka itu, kata juru bicaranya, Dmitry Peskov.

Putin – yang akan mencalonkan diri lagi pada pemilihan presiden 18 Maret 2018 – batal terbang ke Sochi untuk bertemu Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Pertemuan itu kemudian dipindah ke Moskow.

Tim penyelidik mengatakan pesawat yang baru berusia delapan tahun itu terbakar setelah jatuh.

“Saat mulai jatuh, badan pesawat masih utuh, tanpa terbakar. Terjadi ledakan setelah pesawat itu jatuh,” kata juru bicara tim. Dia mengatakan pihaknya masih menyelidiki beberapa kemungkinan penyebab termasuk kecakapan pilot dan keadaan teknis pesawat.

Produsen pesawat Antonov di Ukraina mengatakan siap mengirim ahlinya untuk ikut serta dalam penyelidikan. Komite Penerbangan Rusia mengatakan Kiev sudah menunjuk perwakilannya untuk penyelidikan ini.

Seorang warga negara Swiss dan seorang warga negara Azerbaijan ada di daftar korban yang dikeluarkan dinas pertolongan darurat. Menteri Maxim Sokolov mengatakan seorang warga negara Kazakstan juga tewas.

Korban lain termasuk seorang perempuan berusia 22 tahun, yang merupakan tunangan pemain hoki profesional Rusia, dan seorang penyanyi berusa 27 tahun asal Orsk.

Wakil Perdana Menteri Arkady Dvorkovich mengatakan keluarga tiap korban akan menerima santunan sebesar 3,5 juta ruble atau sekitar Rp826 juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *