Foto udara ini memperlihatkan lokasi jatuhnya pesawat Antonov An-148 milik Saratov Airlines di Ramensky, luar kota Moskow, Rusia, Minggu (11/2/2018). (AFP)

Pesawat Penumpang Rusia Jatuh, 71 Tewas

JAKARTA (IndependensI.com) – Sebuah pesawat penumpang Rusia jatuh dekat Moskow, Minggu (11/2/2018). Petaka itu menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat yang total berjumlah 71 orang.

Penyelidik mengatakan pesawat Antonov An-148 itu jatuh di distrik Ramensky, di pinggiran Moskow, pada 11.28 GMT (18.28 WIB) setelah lepas landas dari bandar udara Domodedovo.

“Sebanyak 65 orang penumpang dan enam orang awak ada di pasawat itu, dan semuanya tewas,” kata badan keselamatan transportasi Rusia dalam pernyataannya.

Di antara korban tewas terdapat tiga orang anak-anak.

Antonov An-148

Pesawat Antonov An-148, yang dibuat pada 2004, mampu mengangkut 80 orang penumpang dengan daya jelajah hingga 3.600 kilometer.

Pesawat itu dioperasikan maskapai domestik Saratov Airlines. Pesawat nahas itu berangkat dengan tujuan Orsk, kota yang terletak di pegunungan Ural.

Komite Penyelidik Rusia mempertimbangkan beberapa faktor penyebab jatuhnya pesawat antara lain keadaan cuaca. Dalam beberapa pekan terakhir, hujan salju dalam intensitas tinggi menerpa wilayah Rusia.

Lembaga itu juga mempertimbangkan penyebab lain seperti kesalahan manusia dan kesalahan teknis. Tapi tidak disebutkan kemungkinan terorisme.

Lebih dari 400 orang dan 70 kendaraan dikerahkan ke lokasi kejadian. Evakuasi korban sulit dilakukan karena pesawat jatuh di lokasi yang bersalju tebal. Tim darurat harus kerja keras untuk menerobos timbunan salju. Beberapa orang menggunakan mobil salju dan drone untuk mengamati lokasi.

Menteri Perhubungan Rusia Maksim Sokolov mengatakan “ahli genetika” diperlukan untuk membantu mengidentifikasi korban. Dia menambahkan bahwa proses itu bisa berlangsung “dua atau tiga bulan”.

 

Guncangan Dahsyat

Warga di sekitar lokasi jatuhnya pesawat mengaku merasakan guncangan dahsyat. “Saya merasakan guncangan dan getaran. Jendela saya hampir pecah karena getaran itu,” kata Maria, salah seorang warga, kepada kantor berita AFP.

Petugas keselamatan transportasi Rusia mengatakan pesawat itu menghilang dari layar radar sekitar empat menit setelah lepas landas. Pejabat lain mengatakan kotak hitam pesawat sudah ditemukan.

Pesawat buatan Rusia ini dilaporkan baru berusia tujuh tahun dan dibeli Saratov dari maskapai Rusia lain sekitar setahun lalu.

Saratov adalah maskapai berpengalaman yang sudah berdiri sejak 1930an. Perusahaan itu menerbangkan armadanya ke 35 kota di Rusia. Saratov bahkan punya bandar udara sendiri yang terletak di belahan selatan Rusia.

Gubernur Orenburg, yang dituju pesawat itu, mengatakan kepada media Rusia bahwa “lebih dari 60 orang di pesawat” berasal dari daerah itu.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan “belasungkawa mendalam terharap semua orang yang kehilangan keluarga dan kerabatnya dalam petaka ini,” kata juru bicaranya, Dmitry Peskov.

Putin juga membatalkan keberangkatannya ke Sochi. Tadinya dia dijadwalkan bertemu Presiden Palestina Mahmour Abbas untuk membahas perdamaian Timur Tengah. Dia mengalihkan pertemuan itu ke Moskow.

Kecelakaan pesawat sering terjadi di Rusia dengan banyaknya maskapai yang menerbangkan pesawat tua dalam kondisi penerbangan yang berbahaya.

Pada November 2017, sebuah pesawat ringan jatuh di belahan timur negeri itu. Insiden ini menewaskan enam orang awak dan penumpang.

Pada Desember 2016, pesawat militer yang mengangkut Paduan Suara Tentara Merah, jatuh setelah lepas landas dari Sochi. Kejadian ini menewaskan 92 orang awak dan penumpang. Paduan suara itu dijadwalkan berangkat ke Suriah untuk menghibur tentara Rusia yang bertugas di sana. Kesalahan pilot dituding sebagai penyebab.

Pada Maret 2016, 62 orang tewas setelah jet FlyDubai jatuh karena cuaca buruk. Pesawat itu jatuh saat pilot berusaha mendaratkannya di bandar udara Rostov-on-Don.

One comment

Comments are closed.