PDI Perjuangan: Nomor 3 Penuh Pesan kerakyatan

JAKARTA (IndependensI.com) – PDI Perjuangan bersyukur mendapatkan nomor urut peserta Pemilu dengan angka 3 dalam pengundian yang dilakukan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), pada Senin (19/02/2018).

“Dalam perspektif ideologi, angka 3 melambangkan tekad perjuangan bangsa sebagaimana dikatakan Bung Karno guna mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang Politik : berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) di bidang ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Trisakti ini juga sebagai tujuan dari Nawacita Presiden Jokowi. Jadi angka tiga penuh dengan suasana kebatinan untuk cita-cita Indonesia Raya. Itulah yang dipesankan oleh Ibu Megawati Soekarnoputri sebelum berangkat ke NTB dalam rangka menghadiri Rakerdasus Partai yang dilaksanakan hari ini,” kata Sekretaris Jendral DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto menegaskan bahwa angka 3 mengingatkan pada sejarah perjuangan kepartaian demi tegaknya kedaulatan rakyat. “Ibu Megawati mengingatkan, angka 3 tidak hanya simbolisasi salam Metal. Angka 3 membawa spirit perjuangan kepartaian yang bergerak ke bawah, berada di tengah rakyat, dan pada saat bersamaan Partai menyadari bahwa rakyatlah jiwa dan energi perjuangan kepartaian kita,” ujarnya.

Menurutnya Salam “Metal”, merah total adalah salam yang digelorakan oleh anak- anak muda pada Pemilu tahun 1987 dimana para pemuda saat itu, bergerak mendukung PDI, sebagai gerakan melawan rejim yang otoriter, yang membungkam demokrasi dengan tangan besi. “Hal yang sama terjadi, ketika Pak Jokowi dicalonkan sebagai Gubernur DKI, beliaupun mendapat nomor 3 sebagai cerminan gerakan rakyat bawah,” kata Hasto.

Ia menambahkan dengan angka 3 yang penuh dengan sejarah perjuangan bersama rakyat, maka seluruh anggota dan kader Partai diminta untuk terus melakukan konsolidasi, memperbaiki hal-hal yang kurang, dan terus bergotong royong turun kebawah bersama rakyat. Semangat kerakyatan itulah yang menjadi intisari angka tiga utk terwujudnya Trisakti. “Rakyat adalah cakrawati Partai, tempat irama, dan langkah perjuangan bermuara,” ujarnya.