Dahsyat, China Bangun Replika Kapal Titanic Menjadi Obyek Wisata

BEIJING (Independensi.com) – China terus membuat kejutan di berbagai bidang yang mengundang decak kagum penduduk dunia. Mulai dari bidang bisnis, teknologi, olah raga dan lainnya. Kali ini, China membangun replika kapal pesiar  Titanic yang sangat legendaris itu.

Galangan kapal di Provinsi Sichuan, China, sedang membangun replika kapal terbesar pertama di dunia, Titanic, dengan nilai investasi sebesar 1 miliar Reminbi/RMB atau kalau dirupiahkan mencapai Rp2,1 triliun. Angka itu bagi China tentu sangat kecil, namun pembuatan replika Titanic itu sempat menjadi pro dan kontra di China sendiri.

Replika kapal sepanjang 269 meter dan lebar 28 meter yang akan ditempatkan secara permanen di salah satu waduk di Kabupaten Daying, Provinsi Sichuan, itu akan menjadi objek wisata baru di China yang diprediksi bisa mendunia. Sebelumnya di Kota Shenzhen sudah dibangun replika tujuh keajaiban dunia, termasuk diantaranya Candi Borobudur.

Kesuksesan Kota Shenzhen menyedot pengunjung wisata itu mungkin menjadi inspirasi bagi pengusaha China membangun replika kapal pesiar Titanic yang awalnya mau dibangun di Kota Shanghai. Namun karena kebutuhan lahan yang sangat luas, maka dipindah ke Provinsi Sichuan.

Kebetulan di sana ada waduk yakni di Kabupaten Daying, Provinsi Sichuan. Mengingat di waduk itu tidak banyak air, maka replika tersebut akan diberi tulisan “Titanic tidak akan tenggelam” sebagaimana laporan People’s Daily di Beijing, Sabtu (24/2/2018).

Meskipun beragam keraguan dan kritikan mengemuka karena menghamburkan dana besar hanya untuk kapal tiruan, manajer proyek tersebut menjelaskan bahwa replika yang sedang dibangun mampu memproduksi kembali beberapa elemen dari kemewahan kapal Titanic asli, seperti ruang pertemuan besar (ballroom), tempat pertunjukan seni, kolam renang, dan kamar-kamar kelas premium.

Selain itu, manajer juga mengungkapkan bahwa mereka memilih Sichuan yang berada di wilayah barat daya daratan Tiongkok tersebut karena kesulitan mendapatkan izin penggunaan lahan luas di kota-kota besar, seperti Shanghai.

Titanic merupakan kapal pesiar berukuran raksasa buatan Inggris yang tenggelam pada tanggal 15 April 1912 dinihari di Samudera Atlantik Utara setelah menabrak gundukan es besar di Grand Banks, Newfoundland saat dalam pelayaran perdana dari Southampton, Inggris, menuju New York, Amerika Serikat. Badan kapal mengalami kerusakan parah, ribuan ton air laut merembes ke palka kapal. Hingga akhirnya tenggelam setelah badan kapal terpotong 2 dari tengah

Kapal tersebut mengangkut 2.224 penumpang. Lebih dari 1.500 penumpang tewas dan merupakan bencana maritim mematikan yang menimpa kapal komersial bukan karena peperangan dalam sejarah modern. Kapal pesiar mewah raksasa bertenaga uap sepanjang 269 meter yang dibuat Inggris ini adalah kapal terbesar ketika itu.

Kapal Titanic ini terkenal dengan konstruksi bajanya yang kokoh, karena itu diklaim sebagai kapal yang tidak bisa tenggelam. Berbagai kisah misteri dan spekulasi tentang penyebab karamnya kapal ini terus dibicarakan orang hingga sekarang.

Tenggelamnya kapal Titanic tersebut diangkat ke layar lebar menjadi sebuah film epik, romantika, dan bencana yang disutradarai James Cameron pada 1997 sekaligus mendongkrak popularitas Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet sebagai pemeran utama. Hebatnya, film itu masih sering ditayangkan oleh televisi di berbagai negara di seluruh dunia hingga sekarang.  (dari berbagai sumber/ant/kbn)