Suwarno. (Dok/Ist)

KONI Pantau Pelatnas Asian Games

JAKARTA (IndependensI.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat senantiasa melakukan pemantauan pemusatan pelatihan nasional pada 40 cabang olahraga yang akan berlaga di Asian Games 2018. Pemantauan tersebut dilakukan setiap bulan sesuai dengan program masing-masing cabang.

“Kami baru melihat apakah cabang-cabang olahraga itu benar-benar memulai program pelatnas mereka serta komposisi atlet sudah sesuai dengan program,” kata Wakil I Ketua Umum KONI Pusat Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga Suwarno, Senin (26/2). Suwarno mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi kepada cabang-cabang tersebut sesuai periodesasi program pelatnas masing-masing seperti tahapan latihan umum dan seleksi atlet guna menentukan komposisi tim yang optimal dari setiap cabang.

Lebih jauh Suwarno menegaskan, evaluasi KONI kepada setiap cabang olahraga bukan hanya berdasarkan kejuaraan atau turnamen yang diikuti melainkan juga pada proses pelatnas. “Kami membagi pengawasan cabang-cabang olahraga nasional ke dalam empat kelompok yaitu kelompok terukur, kelompok akurasi, kelompok permainan, dan kelompok bela diri,” ujar Suwarno.

Sebelumnya, Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana mengatakan, Kejuaraan Uji Coba Asian Games di Jakarta pada 8-15 Februari tidak dapat menjadi tolok ukur program pelatnas pada setiap cabang. “Bagi atlet-atlet yang belum meraih prestasi pada uji coba, mereka masih punya waktu hingga Asian Games untuk memperbaiki kelemahan,” ujar Mulyana.

Keikutsertaan atlet-atlet pelatnas Indonesia dalam kejuaraan uji coba Asian Games, menurut Mulyana, merupakan langkah untuk pengujian mental bertanding serta pengujian lapangan pertandingan. “Kami tidak sekadar melihat apakah ada atlet yang berlatih atau tidak, tetapi juga apa yang sedang dilatih dan pada tahapan apa,” kata Mulyana. Kemenpora akan melakukan evaluasi secara menyeluruh pada April untuk semua cabang olahraga yang akan turun pada Asian Games 2018. “Jika pada cabang olahraga ada atlet yang tidak mengalami kemajuan dalam latihan, induk cabang olahraga wajib mempromosikan atlet-atlet yang belum mendapatkan surat keputusan pelatnas,” kata Mulyana.