CEO PT. Arras Protama Sejahtera Julita Saragih saat melakukan konfrensi press mengenai keterlambatan pembayaran terkait PON 20 Papua:di Cipayung, Jakarta, Kamis (1/2/2024).

Kisah Perjuangan Vendor di Pon 20 Papua: Tunggu 3 Tahun, Pembayaran Pekerjaan Belum Juga Tuntas

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Sebuah kisah mengecewakan datang dari vendor-vendor yang terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) 20 di Papua. Setelah tiga tahun berlalu, pembayaran atas pekerjaan yang mereka lakukan masih belum tuntas. Para vendor, termasuk  Julita Saragih selaku Vendor PT Aras Protama Sejahtera mengungkapkan ketidakpuasan mereka terhadap ketidakjelasan dan kurangnya tanggung jawab dari pihak terkait, kata Julita Saragoh saat melakukan konfrensi press di Cipayung, Jakarta, Kamis (1/2/2024).

Vendor-vendor, termasuk PT Aras Protama Sejahtera, yang berperan penting dalam kesuksesan PON 20 Papua, menghadapi tantangan serius dengan belum tuntasnya pembayaran atas pekerjaan mereka. Meskipun telah menunggu selama tiga tahun, belum ada kejelasan dari pemerintah pusat  terkait pembayaran yang seharusnya sudah dilakukan.

Dalam konferensi pers yang diadakan di Jayapura beberapa waktu lalu, Kuasa Hukum PT. Aras Protama Sejahtera Yulianto menegaskan bahwa pihaknya telah berusaha mencari solusi dengan berbagai upaya, termasuk mengajukan gugatan di pengadilan.

Meskipun telah melakukan gugatan pertama, proses persidangan masih berlangsung, dan belum ada tanda-tanda niat baik dari pihak pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini.

CEO PT. Arras Protama Sejahtera Julita Saragih (kanan) bersama Kuasa Hukum Yulianto (tengah) dan CEO PT. Orindo Prima Anil  (kiri)  saat melakukan konfrensi press mengenai keterlambatan pembayaran terkait PON 20 Papua:di Cipayung, Jakarta, Kamis (1/2/2024).

Pemerintah daerah Papua disorot karena belum memberikan respons yang jelas terkait masalah ini. Kendati adanya pernyataan bahwa dana APBD terkuras untuk keperluan lain, vendor-vendor merasa bahwa ini bukanlah alasan yang sah untuk tidak membayar pekerjaan yang telah diselesaikan.

Dalam penutupan konferensi pers, Yulianto selaku kuas hukum menyampaikan harapannya agar pemerintah pusat mendengar keluhan mereka dan memastikan pembayaran segera dilakukan. Kisah ini menjadi pembelajaran berharga bagi penyelenggaraan event nasional ke depan agar masalah serupa tidak terulang.

Tentunya, harapan utama para vendor-vendor adalah adanya komunikasi yang jelas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah Papua untuk menyelesaikan sengketa ini dan memastikan keadilan terwujud bagi semua pihak yang terlibat.

Beberapa sejumlah Vendor yang hadir dalam acara konferensi pers mengenai keterlambatan pembayaran terkait PON 20 Papua:

1. CEO PT. Arras Protama Sejahtera Julita Saragih
2. CEO PT. Orindo Prima Anil
3. CEO PT. Pesky Rekayasa Dede
4. CEO PT. Jasa Utama Karya Cemerlang Frenky
5. CEOPT. Rangga Emha

Itu yang diatas hanya sebagian kecil, masih banyak vendor-vendor lainnya yang belum dibayar.