'Dunkirk' memboyong dua piala sekaligus soal suara film terbaik melalui kategori Tata Suara Terbaik dan Penyuntingan Suara Terbaik Oscar 2018. (CNN/Courtesy of Warner Bross)

Berturut-turut, ‘Dunkirk’ Boyong Dua Piala Oscar untuk Suara Film Terbaik

JAKARTA (Independensi.com) – Film ‘Dunkirk’ memboyong dua piala secara berturut-turut soal suara film di Academy Awards ke-90 atau Oscar 2018. Film itu memboyong Tata Suara Terbaik dan Penyuntingan Suara Terbaik.

Richard King dan Alex Gibson merupakan tokoh sentral di balik kesuksesan Dunkirk di bidang penyuntingan suara.

Sedangkan untuk Tata Suara Terbaik, Gregg Landaker, Gary A. Rizzo dan Mark Weingarten ke panggung Oscar 2018 untuk menerima penghargaan.

“Terima kasih Christopher Nolan yang mempercayakan penataan suara Dunkirk kepada kami dan membuat film yang menakjubkan,” ujar ketiganya saat menerima piala.

Sebelumnya, Greta Gerwig dan Laura Dern mengumumkan Icarus sebagai juara kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.

Film yang digarap sutradara Bryan Fogel dan diproduseri Dan Cogan ini mengungkap kebenaran akan fenomena doping dalam dunia olahraga.

Icarus mengalahkan empat film dokumenter keren lainnya, yakni Abacus: Small Enough to Jail, Faces/Places, Last Man in Aleppo, dan Strong Island.

Sindiran Jimmy Kimmel

Di sisi lain, Jimmy Kimmel sebelumnya memulai Oscar 2018 dengan sejumlah monolog menyinggung badai pelecehan seksual yang menerpa industri Hollywood itu di akhir 2017.

Kimmel menyebut bahwa Oscar, sosok ksatria yang menjadi simbol piala Academy Awards, sebagai pria yang paling dicintai dan menghargai orang lain di Hollywood.

“Dia menjaga tangannya di tempat kalian dapat melihatnya, dia tidak pernah mengatakan kata-kata kasar, dan yang paling penting, dia sama sekali tidak memiliki alat kelamin,” kata Kimmel yang disambut tawa para undangan Oscar 2018.

“Dia adalah pria yang kita semua butuhkan,” kata Kimmel.

Badai pelecehan seksual yang menerpa Hollywood menjadi sorotan seluruh dunia dan memunculkan gerakan ‘Time’s Up’ untuk kampanye mengenyahkan pelecehan dan kekerasan di tempat kerja.

Gerakan itu pun memiliki tempat tersendiri di panggung Oscar 2018 di Dolby Theatre.

“Ada momen yang dengan sengaja dibuat,” kata sutradara Ava DuVernay kepada Variety seperti dikutip Reuters.

Namun, ia tidak memberi keterangan lebih lanjut soal itu. Penyelenggara Oscar pun menolak berkomentar soal adanya ruang khusus untuk Time’s Up. (CNN/eff)