Sistem Drainase Buruk, Kota Kaban Jahe Sering Tergenang

KARO (IndependensI.com) – Genangan air ketika hujan turun di Kota Kaban Jahe beberapa waktu terakhir makin parah dan sangat mengganggu aktivitas masyarakat. Ketika hujan turun satu jam saja, genangan air di hampir seluruh kota sangat tinggi, bahkan sudah seperti anak sungai.

Sebagaimana dipantau IndependensI.com pada Rabu (28/03/2018) kemarin  menunjukkan genangan air hampir merata di seluruh jalan-jalan utama di Kota Kaban Jahe, khususnya di Jalan Jamin Ginting. Tingginya genangan air di jalan-jalan utama kota Kabanjahe itu diduga karena sistem drainase yang buruk dan tidak terurus.

Sebagaimana diberitakan IndependensI.com belum lama ini, banyak gorong-gorong yang mampet karena tidak pernah dibersihkan oleh Dinas PUPR. Bupati Karo Terkelin Brahmana SH belum lama ini memantau dan memerintahkan Dinas PUPR untuk segera menormalisasi semua gorong-gorong di Kota Kaban Jahe karena genangan air ketika hujan sangat mengganggu.

Edy Ginting (38), seorang  warga Kaban Jahe kepada IndependensI.com mengatakan banyaknya genangan air di jalan-jalan utama tersebut karena drainase atau parit di sisi kiri dan kanan jalan tidak berfungsi dengan baik. Di dalam saluran air atau drainase banyak sampah dan sedimen yang tebal kaena tidak pernah di bersihkan oleh Dinas PUPR.

“Saya pernah membaca berita di media massa bahwa Bapak Bupati Karo Terkelin Brahmana sudah memerintahkan secara tegas kepada Kadis PU PR Karo, Ir Paten Purba untuk segera membenahi dan menormalisasi jalur paret ini , agar tidak lagi ada terlihat genangan air seperti ini lagi. Namun hingga sekarang belum terlihat hasilnya, berarti belum dijalankan,” kata Edy Ginting.

Menurut Edy Ginting,  jajaran  Dinas PU Karo ini tampaknya kurang tanggap dan belum juga merespon instruksi dari Bupati Karo tersebut. “Saya tidak tahu apa masalahnya, mestinya kalau sudah diperintah Bupati langsung di eksekusi. Genangan ini sudah sangat menganggu dan terjadi di pusat pemerintahan Kabupaten Karo. Sangat memalukan pemerintah daerah sebetulnya,” kata Edy Ginting.

Kalau di pusat pemerintahan daerah saja kinerja Dinas kinerja PUPR Karo buruk, kata Edy, wajarlah kalau di jalan-jalan ke desa di Tanah Karo buruk semua. “Mestinya, ada kepedulian yang nyata karena ini menyangkut kepentingan publik. Warga Karo dari dulu selalu menderita karena infrastruktur  buruk,” tambahnya. (Daris)