Ilustrasi. (Dok/Ist)

Tambahan Dana Untuk Bayar Pajak

JAKARTA (IndependensI.com) – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) memperoleh anggaran tambahan sebesar Rp1,002 triliun yang sebagian besar dipakai untuk pembayaran pajak.

“Anggaran INASGOC pada 2018 sebesar Rp 1,79 triliun dan itu sudah turun. Ternyata, anggaran itu kurang. Maka, dibutuhkan hingga dua tahap yaitu Rp1,1 triliun dan Rp1,002 triliun,” kata Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa Broto seperti dikutip dari Antara, Jumat (13/04/2018).

Gatot yang juga menjabat bidang keuangan INASGOC mengatakan anggaran Rp1,002 triliun bukan revisi atas anggaran tambahan Rp1,1 triliun. “Anggaran tambahan kedua itu bukan tambahan murni, tapi lebih banyak untuk pembayar pajak negara. Pembayaran pajak tidak mencukupi dari anggaran-anggaran INASGOC yang sudah ada sebelumnya,” kata Gatot.

Pencairan dua anggaran tambahan INASGOC itu, lanjut Gatot, akan bersama dengan anggaran tambahan bagi Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 (INAPGOC) sebesar Rp 919 miliar. “Kami harapkan anggaran itu sudah dapat turun pada satu hingga dua pekan mendatang sebagaimana anggaran tambahan INAPGOC,” katanya.

Adapun pencairan anggaran tambahan bagi penyelenggaraan Asian Games bukan bersumber dari anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga melainkan dari Kementerian Keuangan melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN).

Sebelumnya, INASGOC menyatakan penambahan dana Asian Games 2018 sebesar Rp1,1 triliun merupakan kelanjutan dari keseluruhan anggaran yang dibutuhkan yaitu sekitar Rp4,8 triliun. Ketua INASGOC Erick Thohir mengatakan usulan tambahan anggaran Asian Games 2018 sebesar Rp1,1 triliun pada 2018 untuk persiapan pembukaan Asian Games menyusul anggaran sebesar Rp1,79 triliun yang dirasa kurang.

Erick menjelaskan anggaran awal Asian Games mencapai Rp8,7 triliun belum termasuk pajak, namun setelah dilakukan efisiensi, estimasi dana yang diajukan menyusut jadi Rp6,6 triliun termasuk di dalamnya pajak dan dana dari sponsor.