Mohamed Salah
Mohamed Salah berebut bola dengan Ramos. (foto istimewa)

Salah Enggan Dendam dan Bermusuhan dengan Kapten Madrid

JAKARTA (IndependensI.com) – Kepala fisioterapis Liverpool FC, Ruben Pos, berujar bahwa Mohamed Salah tak menaruh dendam kepada bek Real Madrid, Sergio Ramos.

Pos menambahkan bahwa tim medis Liverpool tengah berupaya semaksimal mungkin agar Salah pulih total.

Salah dibekap cedera serius di bahu kiri setelah duel dengan bek Madrid dalam laga Liga Champions 2017/2018. Diperkirakan butuh tiga atau empat minggu agar kondisisnya kembali bugar. Itu artinya Salah diprediksi akan melewatkan pertandingan perdana melawan Uruguay pada 16 Juni 2018.

Sebelumnya, banyak penggemar Mesir dan Liverpool menuduh Ramos sengaja membuat Salah cedera. Akan tetapi Pos menyebut bahwa Salah tak menaruh dendam dan tak mau bermusuhan dengan kapten Madrid tersebut.

“Salah tidak memberitahuku apa pun tentang Sergio Ramos,” ujar Pos dilansir laman Football Espana, Rabu (30/5). “Saya pikir dia tidak marah padanya. Itu adalah kejadian yang tidak disengaja. Itu lazim terjadi di sepakbola,” tambahnya

“Kami tahu bahwa itu adalah sesuatu yang serius setelah dia jatuh ke tanah karena sebelumnya dia tidak pernah mengeluh. Kami takut yang terburuk,” terang Pos.

“Saya sangat terpukul. Saya mencoba membuatnya tetap tenang. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Dia tidak perlu khawatir. Sudah waktunya untuk mencari solusi. Menyesal tidak akan ada gunanya,” paparnya.

“Kami tim medis Liverpool sedang melakukan segala cara agar Salah cepat sembuh dan bisa bermain di Piala Dunia. Pada prinsipnya akan ada tiga hingga empat minggu, tetapi kami akan mencoba mengurangi tenggat waktu itu, itulah tujuan utama kami.”(BM/ist)

One comment

  1. You can certainly see your enthusiasm within the paintings you write. The sector hopes for more passionate writers such as you who aren’t afraid to mention how they believe. All the time follow your heart. “He never is alone that is accompanied with noble thoughts.” by Fletcher.

Comments are closed.