Andi Sumarsono (JCC) menyerahkan hadiah kepada Rory Hie.

Rory Juara Pertamina-Jakarta Classic Golf Tournament 2018

JAKARTA (IndependensI.com) – Dengan permainan yang konsisten sejak ronde pertama hingga ronde ketiga (final), akhirnya Rory Hie keluar sebagai juara Pertamina-Jakarta Classic Golf Tournament 2018 yang berlangsung di Modern Golf & Country Club, 31 Juli-2 Agustus 2018. Rory membukukan total 208 pukulan (66-70-72) atau 8-under.

Posisi kedua ditempati Rizki Subakti (anatir) yang membukukan skor 213 pukulan (70-73-70) atau 3-under. Akan tetapi karena status pegolf asal Palembang itu masih berstatus amatir maka Rizki tidak berhak atas hadiah uang yang disediakan dalam turnamen tersebut.

Rory Hie

Hadiah uang untuk pegolf yang menempati posisi kedua menjadi milik I Ketut Sugiarta – pegolf profesional yang menempati posisi ketiga dengan skor 214 pukulan (71-68-75) atau 2-under. Sedangkan Rizki hanya mendapat piala sebagai juara Lowest Amateur.

Posisi keempat direbut Hendri Nasim dan Sim Minsub (Ties) dengan total skor 215 pukulan atau 1-under. Dan, skor yang sama (Ties) pun dibukukan oleh Chris Chamberlain (England), Kim Jung Han (Korea) dan Maan Nasim pro asal Sawangan, Depok, Jawa Barat. Ketiga pro ini membukukan skor 216 pukulan atau even par dan menempati posisi keenam.

Pertamina-Jakarta Classic Golf Tournament 2018 terselenggarakan berkat kerjasama PGA Tour of Indonesia, Jakarta Classic Community (JCC) dan GOLFetc sebagai event management & promotor yang mengkhususkan diri di golf, baik nasional, regional maupun internasional tersebut, diikuti oleh 82 pegolf terdiri atas 61 pro dan 21 amatir yang memperebutkan hadiah sebesar Rp200 Juta.

Rory Hie, sebagai juara, berhak atas hadiah utama sebesar Rp34 Juta.

Meskipun event tersebut tidak diikuti oleh 8 pro dan 4 pegolf amatir Asian Games, yang pada waktu bersama tengah “Duel Meet” antara Professional Golf of Malaysia (PGM) dan Indonesia Golf Tour (IGT) yang berlangsung di Tiara Melaka Golf Club, Malaysia, namun persaingan yang terjadi di Pertamina – Jakarta Classic Golf Tournanent 2018 tetap berjalan ketat dan bahkan diwarnai kejutan.

Siapakah pemain yang membuat kejutan? Dia adalah Bradley Taslim. Pegolf amatir yang baru saja beralih ke pro dan Pertamina – Jakarta Classic Golf Tournament 2018 adalah event pro pertama yang diikutinya itu, sempat membuat Avie Utomo – Chief Referee – karena Bradley pada ronde pertama dan kedua mampu membukukan skor total 5 under.

Tapi, sangat disayangkan, pada ronde ketiga (final) Bradley yang berada satu grup dengan Rory Hie dan I Ketut Sugiarta, harus mengakui kedua seniornya itu jauh lebih berpengalaman, sehingga pada ronde ketiga (final) Bradley finis di posisi 10 dengan skor 218 pukulan (71-68-79) atau 2-over.

“Saya pendatang baru,” katanya. “Ternyata bertanding untuk ngrebut piala dan bertanding untuk ngejar hadiah uang, atmosfernya beda banget hehehe,” tambahnya dengan tutur kata khas generasi ‘zaman now’ sambil tertawa.

Dari kiri ke kanan Agus Triyono (Sekjen PGA Tour of Indonesia), Bang Iyan (GM&CC), Andi Sumarsono (JCC), Rory Hie (Juara Pro), Rizki Subakti (Juara Lowest Amateur), Koko Sugiharto (GOLFetc) dan Johannes Dermawan (Ketua PGA Tour of Indonesia).

Tapi, terlepas dari posisinya pada ronde ketiga, yang jelas apa yang telah ditorehkan Bradley adalah sebuah awal yang baik sekaligus menjanjikan, dan dipastikan akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Kenapa?

Karena, seperti yang diungkapkan oleh Andi Sumarsono dari Jakarta Classic Community kepada para wartawan dalam jumpa pers setelah turnamen tersebut berakhir, pihaknya tetap commited dan focus terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi para pegolf amatir dan profesional di tanah air.

“Kami dari Jakarta Classic Community berharap event ini terus berkesinambungan. Kami optimistis karena beberapa teman yang tergabung di Jakarta Classic Community ada yang menduduki posisi sebagai penentu kebijakan di tempat kerja mereka masing-masing,” kata Andi Sumarsono.

“Tapi, apa yang kami kerjakan tidak berarti tanpa bantuan dan dukungan exposure dari rekan-rekan media,” ujar Koko Sugiharto, menambahkan.

Hal yang sama juga disampaikan Agus Triyono. “Kita memang akan fokus pada pembinaan. Tidak hanya di lingkungan pro saja tetapi juga di lingkungan pegolf amatir termasuk junior. Karena merekalah yang di kemudian hari akan beralih menjadi pro sebagai kelanjutan karir mereka di dalam olahraga golf,” kata Agus Triyono – Sekjen PGA Tour of Indonesia mangakhiri keterangannya kepada wartawan yang meliput Pertamina-Jakarta Classic Golf Tournament 2018. (Toto Prawoto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *