Lokal darurat SD Negeri 010 Punti Kayu, Provinsi Riau

Toilet Tak Ada, Guru dan Siswa SD Negeri Terpaksa Kencing Di Sembarang Tempat

PEKANBARU (IndependensI.com) – Siswa dan Guru SD Negeri 010 di Dusun Serangge Pabrik, Desa Punti Kayu, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu – Riau, untuk urusan kencing saja dilokasi sekolah harus repot.

Siswa kalau mau kencing harus lirik kiri, kanan, depan, belakang, setelah kondusif, barulah kencing itupun di sembarang tempat. Betapa tidak di sembarang tempat, fasilitas toilet di sekolah SD Negeri tak ada.

Tria Magdalena seorang siswi baru pindahan dari kota Pangkalan Kerinci yang duduk di bangku kelas 6, sangat tak nyaman untuk urusan kencing. Ketika mau kencing harus mencari tempat yang dinilai nyaman, lalu lirik kiri dan lirik kanan. Ketika situasi aman baru kencing.

“Sangat memprihatinkan sekolah kami, toilet saja gak ada, kalau mau kencing ya sembarang aja. Tapi untunglah sudah dibangun saya lihat toilet baru-baru ini. Tapi belum selesai dibangun. Jadi, hingga kini siswa masih harus kencing dan buang air besar di areal lahan di belakang sekolah. Di belakang sekolah bau pesing dan kotoran,” ujarnya, Kamis (9/8/2018)

Jonathan Situmorang yang duduk dibangku kelas 4 juga menceritakan hal yang sama dengan Tria. “Di sekolah kami gak ada toilet, kalau buang air besar terpaksa ke sungai, kalau kencing sembarang saja biasanya di belakang lokal,” ujarnya.

Sulastri Zainuri guru kelas 1 di SD Negeri 010 mengakui toilet tidak ada, kalaupun baru-baru ini dibangun, semuanya material masih ngutang dari toko. “Toilet dari dulu tidak ada, tapi sekarang dalam pembangunan. Informasi dari Kepala Sekolah dananya belum ada dan masih ngutang dari toko, dana bos karena dialihkan pembelian buku, jadi masih belum ada dana untuk biaya membangun toilet itu”

Sulastri menjelaskan, siswa SD Negeri dan guru selama ini kalau untuk buang air kecil dan buang air besar, sangat repot.

Siswa kencing di sembarang tempat, guru mau kencing menumpang di toilet rumah warga dekat sekolah.

“Anak didik kami dan guru sangat prihatin, untuk urusan kencing pun harus repot.  Siswa kencing di belakang sekolah dan bahkan ada juga sembarang, kalau guru menumpang di toilet rumah dekat sekolah”

Sulastri Zainuri juga berkeluh kesah terkait lokal kelas 3 yang darurat. Lokal itu mirip kandang ayam, dindingnya terpal plastik, atap seng bocor, berlantai tanah, mebelnya sudah reot.

“Kami mengharapkan pada Pemerintah atau Dinas Pendidikan, mohonlah kami diperhatikan, supaya lokal segera dibangun. Ini tidak ada adil bagi siswa, mereka belajar ditempat yang tidak layak” katanya, Kamis (9/8/2018)

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri 010, Marzaini belum bisa dimintai keterangannya. (Mangasa Situmorang)