Jembatan di atas saluran irigasi " SS Bulak Mangga" Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi ambruk, PDAM kehilangan air baku. (ist)

PDAM Tirta Bhagasasi Desak PJT II Segera Perbaiki Jembatan Ambruk

BEKASI (IndependensI.com)-   Manajemen Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, mendesak  pimpinan Perum Jasa Tirta (PJT) II, segera memperbaiki jembatan yang ambruk di atas saluran irigasi  “SS Bulak Mangga”, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dengan ambruknya jembatan tersebut, sangat merugikan PDAM Tirta Bhagasasi karena hilangnya pasokan air baku untuk diolah. Sampai saat ini, pasokan air baku untuk Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kantor Cabang Pembantu Tambelang, Kabupaten Bekasi,  sama sekali tidak ada. Padahal, di wilayah Tambelang terdapat pelanggan PDAM 1.125 sambungan langganan (SL)

“Untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada pelanggan PDAM, saat ini kami terpaksa melayani pakai mobil tangki. Ini sifatnya sementara menunggu perbaikan jembatan selesai,” ungkap Direktur Teknin PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Johny Dewanto, Rabu (29/8/2018)

Diungkapkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pimpinan  PJT II atas ambruknya jembatan  yang membuat PDAM kehilangan air baku. Terkait hal itu, PJT II sudah berjanji segera memperbaikinya.

“Kami sudah ke PJT II, dan mereka berjanji 10 hari perbaikan jembatan sudah selesai,” ujar Johny.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, jembatan di saluran SS Bulak Mangga tersebut ambruk,  Kamis (23/8/2018).  Akibatnya, air di saluran irigasi tidak terbendung dan mengganggu pasokan air baku buat PDAM Tirta Bhagasasi di  KCP Tambelang dan Cikarang Barat.

Dampak kejadian itu,  pasokan air bersih kepada sekitar 5.000 pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bhagasasi Bekasi, di KCP Cikarang Barat dan Tambelang, terganggu.

Bahkan, poses pengolahan air di IPA  PT Bintang Tirta Sejahtera sebagai mitra PDAM Tirta Bhagasasi, juga kesulitan air baku.

Proses produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tambelang di Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, sama sekali terhenti. Sebab air baku dari saluran tersebut ke IPA yang ada, tidak mengalir. Sementara di IPA Cikarang Barat, produksi masih berjalan tetapi tidak maksimal  setelah membendung air.

“Produksi air bersih di wilayah Tambelang mati total dan  Cikarang Barat masih produksi walapun kecil tidak maksimal”, ujar Kepala Bagian Produksi PDAM Tirta Bhagasasi  Dina Rosdianawati, sebelumnya.

Konsumen di KCP Tambelang sebanyak  1.152  sambungan langganan (SL) dan Cabang Cikarang Barat tercatat  3 554 SL. Kapasitas  produksi  di IPA Cikarang Barat  50 liter perdetik, dan IPA Tambelang 20 liter perdetik. (jonder sihotang)