Berita Yang Tidak Mengejutkan

IndependensI.com – Deklarasi dukungan Gus Durian melalui Yenny Wahid, putri Presiden ke-4 Abdurrachman Wahid alias Gus Dur  yang mendukung Capres/Cawapres Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin pada Pemilihan Presiden tahun 2019 membantahkan berbagai spekulasi yang beredar selama ini.

Setelah Pengumuman Pasangan Capres/Cawapres Ir. Joko Widodo bersama Prof. KH Ma’ruf Amin ditafsirkan bakal terjadi perpecahan di antara keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) organisasi keagamaan Umat Islam terbesar di Indonesia. Hal itu muncul dkarena ada yang beranggapan Prof. Dr. Mahfud MD yang sudah mempersiapkan diri menjadi Cawapres Joko Widodo seolah ditelikung di ujung penetapan.

Berbagai spekukasi timbul, para pemimpin partai pendukung Jokowi takut terganjal Capres 2024 kalau Mahfud MD jadi Wapres yang akan mulus jadi Capres. Yang lain ketakutan karena Mahfud pendukung setia Gus Dur akan menggusur yang berseberangan dengan Gus Durian. Karenanya Gus Durian sebagai pengikut Gus Dur menunjukkan solidaritasnya kepada Mahfud dan ditafsirkan sebagai tidak menyenangi KH Ma’ruf Amin dan berimbas ke Jokowi.

Prof Mahfud sendiri secara terbuka menyatakan keikhlasannya atas kejadian itu demi keutuhan bangsa, walaupun mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu tidak senang dengan manuver tokoh politik yang tidak jujur kepadanya.

Di tengah ketidak pastian dukungan Gus Durian itu, Presiden Joko Widodo 7 September lalu silaturahmi ke Ibu Sinta Nuriah bertepatan dengan haul Gus Dur, namun dukungan Gus Durian tetap belum terungkap.

Beberapa hari kemudian, Cawapres Prabowo Subianto, Sandiaga Solahuddin Uno melakukan hal yang sama ke Ibu Sinta Nuriah, malah Sandiaga dioleh-olehi tempe mendoan saat istilah “tempe setipis kartu ATM” merundung Sandiaga, katanya ada keluhan seorang ibu, karena harga dollar naik, tempe menjadi setipis kartu ATM. Tetapi oleh-oleh tempe mendoan itu “tidak setipis kartu ATM”.

Berselang kemudian, keluarga ini juga dikunjungi Capres Prabowo Subianto, dan dihadiahi buku biografi Gus Dur dan buku Agama, yang menurut Yenny Wahid, Dur buku tersebut diminati sang Capres Prabowo Subianto.

Sejak kunjungan Capres/Cawapres itu, banyak pihak bertanya ke mana dukungan Gus Durian di arahkan? Lalu muncul berbagai analisa.

Selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Gus Durian hampir tidak pernah menunjukkan ketidak setujuan-ketidak senangan, malah justru sebaliknya. Di sisi lain, kalau Gus Durian atau Keluarga Gus Dur mendukung Prabowo-Sandiaga, mungkin tidak akan di-oleh-oleh-i “tempe mendoan yang tidak setipis kartu ATM”.

Tetapi dengan kehadran Prabowo Subianto dan dihadiahi biografi Gus Dur dan buku Keagamaan, radar para analisis masih tetap mencari-cari jawaban, akan mendarat ke mana dukungan Gus Durian.

Yenny Wahid sendiri seolah membutuhkan waktu untuk menentukan dukungan itu,  sehingga menunggu sampai Rabu sore (26/9/2018). Ada apa sampai seakan mencari hari baik? Apakah tidak mendukung KH Ma’ruf Amin, tokoh dan Rois Am NU serta Ketua Majelis Ulama Indonesia?

Banyak pihak meyakini bahwa Gus Durian pasti mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, kalaupun solidaritas dengan Prof. Mahfud MD, bagi NU perbedaan pendapat adalah biasa tetapi tetap kompak dan setiap persoalan dengan mudah diselesaikan dengan gaya NU. Kalau Gus Durian dukukung Jokowi-Amin, bagaimana dengan Keluarga Gus Dur atau setidaknya Yenny Wahid?

Berbagai kesimpulan itu selalu digerogoti kebiasaan politik yang tergantung situasi yang terkadang tak terduga. Sebab tidak ada salahnya kalau Gus Durian mendukung Prabowo-Sandiaga. Persoalannya, alasan apabila Gus Durian sebagai kelompok yang memegang teguh integritas, etika dan moral untuk mendukung itu harus logis dan tidak emosional serta tidak untuk kepentingan sesaat.

Teka-teki itu akhirnya terjawab Rabu siang kemarin setelah Yenny Wahid mengumumkan secara resmi bahwa dukungan Keluarga Gus Dur dan Gus Durian pada Pilpres 2019 adalah kepada Joko Widodo-Ma’ruf Amin.

Mengenai perbedaan antara KH Ma’ruf Amin dan Prof Mahfud MD juga terselesaikan sekaligus, sebab ke dua tokoh itu juga bersama-sama silaturahmi di rumah Gus Dur dengan menemui Ibu Sinta Nuriah. Pengumuman itu menghapus berbagai spekulasi selama ini termasuk retaknya hubungan antara Ma’ruf Amin dengan Prof. Mahfud- MD.

Terbukti NU memiliki gaya tersendiri mengelola perbedaan menjadi kekuatan dan dukungan Gus Durian ke Jokowi-Ma’ruf bukan berita mengejutkan, kalau lain dari itu baru berita kejutan.(Bch)