Petenis meja David Jacobs (kanan) memukul bola dalam pertandingan final Tenis Meja TT10 melawan Lian Hao dari China di ajang Asian Para Games 2018, Selasa (9/10/2018).  David meraih medali emas setelah mengalahkan Lian dengan skor 11-4, 7-11,11-6, 17-15.  (INAPGOC)

David Jacobs Sumbang Medali Emas

JAKARTA (IndependensI.com) – Atlet tunggal putra kelas 10 cabang olahraga tenis meja David Jacobs meminta ibunya untuk hadir saat ia bertanding di Asian Para Games 2018. “Karena ini pertandingan penting ya, apalagi ini pertama kali di Indonesia. Saya ingin keluarga saya, ibu saya datang menonton,” kata David seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/10/2018).

Untuk itu atlet yang telah dua kali mendapatkan emas di ajang Asian Para Games meminta ibunya hadir walaupun kondisi sang bunda tidak terlalu sehat. Baginya kehadiran ibu dan keluarganya memberikan kekuatan tersendiri untuk dapat memenangkan pertandingan. Pada pertandingan final melawan atlet asal China Lian Hao, ibu, kakak, istri serta tiga anak David datang menyaksikan.

Usai menyelesaikan pertandingan melawan Lian Hao asal China, David langsung menuju tribun penonton dan memeluk ibu, istri serta anaknya. Seluruh keluarga, teman, kontingen Indonesia serta penonton ikut mendukungnya dan larut dalam suasana suka cita. Dia juga berharap ibunya diberi umur panjang agar dapat mendampingi dia ke paralympic di Tokyo pada 2020. “Mudah-mudahan ibu dikasih umur panjang agar dapat mendampingi saya di Olimpiade,” kata dia.

Sementara itu, peboling tunggal putri kelas 4 (tuna grahita) Elsa Maris meraih medali emas setelah mendapat nilai tertinggi yaitu 1186 mengalahkan tiga peboling lainnya yang berlaga di kelas 4 di Jaya Ancol Bowling Center, Jakarta. Emas ini menjadi emas pertama sekaligus medali pertama yang dikoleksi Indonesia dari cabang tenpin bowling. Sementara itu posisi kedua Diane Neo Pei Lin dari Singapura dengan skor 1033, kemudian posisi ketiga ditempati oleh Kim Yuna dari Korea dengan skor 1003.

Medali emas kedelapan Indonesia disumbangkan Sapto Yogo Purnomo di nomor lari 100 meter T37 pria. Sapto menyabet medali emas setelah berhasil mengungguli pelari Iran, Davoudali Ghasemi, dan atlet Arab Saudi, Ali Alnakhli. Baca juga: Nyaris Gagal, Guntur-Zaki Sukses Borong Medali Para-renang Ini sekaligus menjadi medali emas kedua Sapto di Asian Para Games 2018. Sebelumnya, dia telah menggondol medali emas di nomor lari 200 meter T37 pria, Senin (9/10/2018).

Dengan demikian, Indonesia bertahan di peringkat keenam pada klasemen perolehan medali Asian Para Games 2018 hingga Selasa (9/10/2018) pukul 22.30 WIB. Kontingen Merah Putih mendapatkan tambahan tiga medali emas, enam perak, dan tujuh perunggu sepanjang pertandingan hari ketiga Asian Para Games 2018.