Suasana pertandingan antara Satria Muda Pertamina melawan Garuda Bandung pada ajang IBL Go-Jek Tournament 2018 di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Senin (15/10/2018). (Istimewa)

Satria Muda Andalkan “Big Men”

JAKARTA (IndependensI.com) – Tim basket Satria Muda (SM) Pertamina Jakarta juga ikut pamer keperkasaan big man di laga pertama mereka pada IBL GO-JEK Tournament di Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah. Kali ini Satria Muda menang 73-50 atas Garuda Bandung. Di paint area, Satria Muda berkuasa dengan mencetak 52 point in the paint dan mengumpulkan 50 rebound.

Dhiya’ul Haq mencetak poin terbanyak dengan torehan 18 poin. Kemudian ada Juan Laurent Kokodiputra yang menyumbang 11 poin, dan Laurentius Steven Oei dengan 10 poin. Satria Muda sepertinya ingin melihat bagaimana peran big man. Karena dalam pertandingan ini, mereka hanya melepaskan 13 percobaan tembakan tiga angka. Dari jumlah tersebut, hanya dua tembakan yang tepat sasaran. Namun penampilan sempurna di paint area ini bukan catatan buruk. Sebab Satria Muda membuat 27 turnover. Jumlah yang tinggi dalam satu pertandingan. Inilah yang menjadi fokus evaluasi tim untuk laga selanjutnya.

“Saya rasa masih harus memberi perhatian lebih untuk turnover. Karena jumlahnya terlalu banyak. Pada dasarnya saya ingin melihat performa beberapa pemain, khususnya pemain yang musim lalu sudah bersama tim kami. Mereka harus improve di musim ini. Karena kami ingin mempertahankan gelar juara,” kata pelatih Satria Muda, Youbel Sondakh seperti dikutip dari rilis administrator IBL, Senin (15/10/2018).

Sebaliknya, Garuda tampak kesulitan menghadapi Satria Muda. Namun justru laga-laga seperti ini yang dicari oleh pelatih Andre Yuwadi. Ia menginginkan agar Garuda mampu mengatasi tim yang punya defense bagus dan punya mental juara seperti Satria Muda. Tidak seperti pertandingan sebelumnya, akurasi Garuda juga tidak bagus. Mereka hanya memasukkan dua three point shot dari 22 percobaan. Di pertandingan melawan Satria Muda, Garuda terlihat kalah di paint area dan juga di sisi kecepatan.

Sementara itu dari laga lainnya, setelah kalah di laga sebelumnya, Bank BPD DIY Bima Perkasa Jogja bisa memetik satu kemenangan. Kali ini Yanuar Dwi Priasmoro dan kawan-kawan mengalahkan Hangtuah dengan skor 58-49. Ini menjadi modal bagus bagi Bima Perkasa untuk bersaing memperebutkan tempat ke semifinal dari Grup Putih.

Pelatih Bima Perkasa senang dengan kemenangan ini. Tetapi masih mencatat beberapa kekurangan, khususnya dalam defense. Konsistensi bertahan pemainnya kurang baik, sebab Bima Perkasa yang memimpin perolehan poin di tiga kuarter, justru kecolongan 16 poin di kuarter keempat. Ini yang menjadi catatan penting untuk pertandingan selanjutnya. “Saya rasa konsistensi. Masih naik turun khususnya defense. Karena saya melihat di kuarter keempat, beberapa kali ada pemain lawan yang bisa poin dari paint area. Ini catatan kami. Pemain harus memperbaiki defense,” tegas Raoul Miguel Hadinoto.

Karena tidak fokus dalam bertahan, Bima Perkasa yang sudah unggul 16 poin, 48-32, di kuarter ketiga, bisa dikejar hingga menyisakan 11 poin di akhir laga. Stevan Carsera yang menjadi momok menakutkan bagi Bima Perkasa. Total pemain tersebut mencetak 12 poin dan 10 rebound. Bima Perkasa tertolong performa menawan Alan As’adi. Ia bisa menghasilkan 20 poin, sedangkan Yanuar Priasmoro menyumbangkan 15 poin.

Bima Perkasa juga beruntung karena ada Galank Gunawan. Ia mampu merebut 16 rebound, termasuk 13 defensive rebound. Sayangnya, di kuarter keempat Galank tidak punya tandem karena Restu Dwi Purnomo foul-out. Berikutnya, Bima Perkasa akan berhadapan dengan Pacific Caesar Surabaya, Selasa, 16 Oktober 2018. Sementara itu, Hangtuah punya satu hari untuk beristirahat.

Dari pertandingan antara Bogor Siliwangi dan NSH Jakarta berlangsung menarik. Kedua tim memainkan pertahanan yang bagus. Akhirnya NSH menang dengan skor akhir 57-45. Pemain terbaik NSH adalah Andre Rorimpandey yang mencetak 16 poin, diikuti M. Irman dengan 12 poin dan Raylly Pratama yang menyumbang 11 poin. Sedangkan di kubu Siliwangi, Daniel Wenas mencetak 17 poin, lalu Fisyaiful Amir menambahkan 14 poin.

NSH mencuri start dengan unggul 10-4 di lima menit pertama kuarter pertama. Tetapi Siliwangi bisa membalik keadaan menjadi 14-12 di akhir kuarter berkat performa menawan Fisyaiful Amir. Ia mencetak 10 poin di kuarter pertama. Berlanjut ke kuarter kedua, giliran NSH yang menguasai permainan. Mereka unggul 11-10. Ini membuat skor terpaut satu poin, 23-24, hingga akhir kuarter ketiga. Sebenarnya Siliwangi bisa memimpin lebih baik. Namun pemain Siliwangi gagal memanfaatkan empat kesempatan tembakan tiga angka.

Dua tembakan tiga angka Daniel Wenas di kuarter ketiga memang membuat Siliwangi menambah poin. Sayangnya di kuarter ini, NSH bisa menambahkan 22 poin. Mereka berbalik unggul 44-39. Muhammad Irman yang membuat NSH memimpin lima poin di akhir kuarter ketiga lewat three point jump shot. Ketengan NSH di kuarter keempat berbuah manis. Mereka akhirnya mampu menjauh dengan jarak 12 poin, 57-45. Di menit-menit akhir, kedua tim memainkan para rookie. Ternyata itu tidak berpengaruh pada hasil pertandingan. NSH tetap mampu menjaga keunggulan hingga usai. Selanjutnya NSH akan bertanding melawan Garuda, 16 Oktober 2018. Sedangkan Siliwangi mendapatkan jatah libur satu hari.