Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Sarmanto (ke dua dari kiri) bersama staf di Kantor Otban Wilayah VIII

Tidak Ada Lonjakan Penumpang di Bandara Sam Ratulangi Manado

MANADO (Independensi.com) Empat bandara yang dipantau dibawah Otoritas Bandara Wilayah VIII yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Patimura Ambon, Bandara Jalaluddin Gorontalo dan Bandara Sultan Baabullah Ternate, pada masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 ini penumpanhnya mengalami penurunan dibandingkan masa Nataru tahun sebelumnya.

Misalnya Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado. Pada (H-1) atau hari Senin 24 Desember, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 2.319 orang, padahal H-1 Nataru 2017 sebanyak 3.476 penumpang. Sementara itu penumpang yang datang padaa H-1 sebanyak 3.988 orang padahal pada H-1 Nataru 2017 penumpang yang datang 5.163 orang.

Bandara Patimura Ambon Pada (H-1) atau hari Senin 24 Desember, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 1.431 orang padahal H-1 Nataru 2017 jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 2.241 penumpang. Sementara itu penumpang yang datang pada H-1 sebanyak 1.950 orang padahal pada H-1 Nataru 2017 penumpang yang datang 3.008 orang.

Bandara Internasional Jalaluddin Gorontalo. Pada (H-1) atau hari Senin 24 Desember, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 638 orang padahal H-1 Nataru 2017 sebanyak 1279 penumpang. Sementara itu penumpang yang datang padaa H-1 sebanyak 422 orang padahal pada H-1 Nataru 2017 penumpang yang datang 1.064 orang.

Bandara Sultan Baabullah Ternate pada (H-1) atau hari Senin 24 Desember, jumlah penumpang yang berangkat sebanyak 1.081 orang padahal H-1 Nataru 2017 sebanyak 1.644 penumpang. Sementara itu penumpang yang datang pada H-1 sebanyak 990 orang padahal pada H-1 Nataru 2017 penumpang yang datang 1.374 orang.

“Pada periode Nataru 2018 ini tren jumlah penumpang di empat bandara utama terpantau di wilayah Otban VIII yaitu Bandara Sam Ratulangi Manado, Bandara Patimura Ambon, Bandara Jalaluddin Gorontalo dan Bandara Sultan Baabullah Ternate, semuanya mengalami penurunan,” kata Kepala Otoritas Bandara Wilayah VIII Sarmanto di ruangan kerjanya Selasa (25/12).

Mengingat Ambon, Manado adalah daerah dengan masyarakatnya mayoritas beragama nasrani dan merayakan Natal dan banyak warga Manado dan Ambon yang tersebar di Jawa dan Sulawesi, seharusnya menjelang Natal akan terjadi lonjakan penumpang yang datang ke dua bandara tersebut. “Kenyataannya malah menurun dibandingkan hari-hari biasanya yang jumlahnya sekitar 5.000 penumpang. Bahkan tren penurunan penumpang pada masa Nataru ini tren nya sudah terjadi sejak tahun 2015 lalu,” jelas Sarmanto.

Melihat kondisi tersebut, Sarmanto menyimpulkan banyak warga Manado dan Ambon yang tidak melakukan mobilisasi atau pergerakan ke luar daerah. Sebaliknya masyarakat Manado dan Ambon yang ada di luar tidak melakukan mobilisasi pulang kampung guna melakukan Natal di tanah kelahirannya,” ujar Sarmanto.

Sepinya penumpang yang datang dan keluar dari empat bandara utama terpantau di Otoritas Bandara Wilayah VIII juga berdampak terhadap penerbangan tambahan (extra flight) yang diajukan oleh maskapai. Sebelumnya beberapa maskapai seperti Citilink Indonesia dan Lion Air mengajukan extra flight pada tanggal-tanggal tertentu guna mengantisipasi adanya lonjakan.

Kenyataannya hanya Citilink dan Lion Air yang merealisasikan masing- masing 1 penerbangan. Itupun dengan membatalkan penerbangan sebelumnya dan memajukan penerbangan berikutnya ke jam penerbangan extra flight.