Program Kartu Prakerja Gagasan Jokowi Hanya Strategi untuk Mengambil Suara Pengangguran

JAKARTA (IndependensI.com)  – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Moh Nizar Zahro mengatakan, program kartu pra kerja yang digagas petahana Joko Widodo hanyalah strategi untuk mengambil suara para pengangguran.

“Salah satu strategi 01 untuk menaikan elektoral dari pengangguran. Angka pengangguran terbuka sekarang mencapai 7 juta orang,” kata Nizar melalui siaran pers, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya, program Kartu Pra Kerja akan membebani keuangan negara. Sebab, pemegang kartu tersebut tetap digaji meski belum mendapatkan pekerjaan. Apalagi di dalam UU nomor 12 tahun 2018 tentang APBN 2019 dan Perpres 129 tahun 2018 tentang rincian APBN 2019 yang ditandatangani jokowi tidak ada 3 program sakti itu, termasuk Kartu Prakerja.

“Kalau mau tunaikan janji tahun 2014 angkat honorer K2 menjadi ASN seluruhnya. Yang perlu dipersiapkan adalah SDM yang berkualitas, caranya dengan perbaiki kurikulum pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, bukan bagi-bagi kartu,” kata politikus Partai Gerindra ini.