![]()
JAKARTA (Independensi.com) – Menjelang pembukaan FIFA World Cup 2026 yang tinggal menghitung jam, Duta Besar Kanada untuk Indonesia Jess Dutton menggelar media gathering di Jakarta, Rabu (10/6/2026), sekaligus memperkenalkan kesiapan Kanada sebagai salah satu tuan rumah ajang sepak bola terbesar dalam sejarah.

Dalam sambutannya, Duta Besar Kanada menyampaikan antusiasme tinggi menyambut turnamen yang akan dimulai kurang dari 48 jam lagi. Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah dengan melibatkan lebih dari 1.200 pemain dari 48 negara peserta dan mempertandingkan 104 laga. Kanada bersama Amerika Serikat dan Meksiko menjadi tuan rumah bersama, dengan 13 pertandingan digelar di wilayah Kanada.
Menurutnya, meski Kanada selama ini dikenal sebagai negara pecinta hoki es, popularitas sepak bola terus meningkat pesat dan kini menjadi olahraga yang paling banyak dimainkan di negara tersebut. Sepak bola dinilai mampu menyatukan masyarakat dari berbagai usia, latar belakang, dan budaya.

Dubes Kanada juga menyoroti pencapaian olahraga negaranya di tingkat internasional, termasuk keberhasilan atlet bulu tangkis Victor Lai yang baru saja mencatat sejarah sebagai warga Kanada pertama yang menjuarai Indonesia Open. Prestasi itu disebut sebagai bukti perkembangan olahraga Kanada di berbagai cabang.
Dalam dunia sepak bola, Kanada memiliki sejarah yang membanggakan, terutama melalui tim nasional putri. Tim tersebut telah tampil dalam delapan dari sembilan edisi Piala Dunia Wanita FIFA, dengan pencapaian terbaik menempati posisi keempat pada tahun 2003.
Nama legenda sepak bola Kanada Christine Sinclair turut menjadi sorotan. Pemain ikonik tersebut memegang rekor dunia sebagai pencetak gol internasional terbanyak sepanjang masa, baik di kategori putra maupun putri, dengan torehan 190 gol selama 23 tahun karier internasionalnya. Jumlah tersebut melampaui rekor yang dimiliki megabintang sepak bola dunia Cristiano Ronaldo maupun Lionel Messi.

Sementara itu, tim nasional putra Kanada akan menjalani penampilan ketiganya di ajang Piala Dunia setelah sebelumnya tampil pada edisi 1986 di Meksiko dan 2022 di Qatar. Pemerintah Kanada optimistis timnya mampu tampil kompetitif sekaligus mengharumkan nama bangsa di hadapan publik dunia.
Lebih dari sekadar ajang olahraga, Kanada memandang Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan untuk memperkenalkan budaya, keberagaman masyarakat, serta penghormatan terhadap masyarakat adat kepada jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Melalui pertemuan dengan media Indonesia ini, Kedutaan Besar Kanada berharap semangat persahabatan, kerja sama, dan pertukaran budaya antara Kanada dan Indonesia semakin kuat, sejalan dengan semangat sportivitas yang menjadi jiwa dari Piala Dunia FIFA 2026.

