Lawan Terberat Jokowi adalah Janji Politiknya yang Belum Terpenuhi

JAKARTA (IndependensI.com) – Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno Mardani Ali Sera mengatakan, sejatinya lawan terberat petahana Joko Widodo bukan lah Prabowo Subianto. Menurutnya, lawan terberat Jokowi adalah janji-janji politik yang belum dipenuhi pada Pilpres 2014 lalu.

“Pak Jokowi lawannya dirinya sendiri, ketika berjanji di 2014. 63 janji belakangan, 20 yang kita lihat masih belum tertunaikan,” kata Mardani kepada wartawan, Senin (11/3/2019).

Belum terpenuhi semua janjinya, Jokowi lagi-lagi kembali berjanji soal 3 kartu sakti. Ketiga kartu sakti itu adalah Kartu Indonesia Pintar Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Pekerja. Dia menganggap 3 kartu tersebut merupakan tanda kepanikan kubu Jokowi karena target elektabilitasnya tak sesuai target.

“Ketika target elektabilitas tidak tercapai, maka janji baru pun dikeluarkan. Tiga kartu ini kan sejujurnya tidak menyelesaikan masalah. Bukan kartu pencari kerja yang diperlukan. tetapi lapangan pekerjaan. dan lapangan pekerjaan itu tercipta ketika industrialisasi berjalan dengan baik. sekarang kita negatif,” jelas Mardani.

Ketua DPP PKS ini menyebut lapangan pekerjaan akan tercipta ketika pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati angka 7 persen. Sementara saat ini Indonesia hanya mencapai 5,2 persen. “Sehingga ada ketidak mampuan pemerintah dan untuk menutupi ketidakmampuan digunakan lah kartu-kartu sakti ini,” tegasnya.

Senada dengan Mardani, Anggota BPN yang juga Direktur Pencapresan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suhud Aliyudin Jokowi akan dikalahkan janji-janjinya sendiri. “Lawan berat Pak Jokowi adalah janji-janji kampanyenya sendiri. Jadi, yang mengalahkan Pak Jokowi adalah dirinya sendiri,” jelas Suhud.

Menurut dia, seharusnya Jokowi tak perlu banyak janji. Namun cukup menunaikan janji-janji yang masih menumpuk dan belum mampu direalisasikan di sisa jabatan ini. “Terutama janji terkait kesejahteraan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja,” ucapnya.