Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh
Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh (tengah) bersama para peserta. (foto Budi/Independensi.com)

Kemenpora Paparkan soal Kuliah Kewirausahaan Pemuda di 20 Perguruan Tinggi se-Jabodetabek

Loading

JAKARTA (IndependensI.com) – Kuliah Kewirausahaan Pemuda di 20 Perguruan Tinggi se-Jabodetabek resmi dibuka Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam Sholeh, di Jakarta, Kamis (11/4/3019) siang.

Nantinya, dikatakan Niam, pihaknya dibantu para mentor yang di antaranya berasal dari Aspirasi, dalam memberikan pendampingan. “Mereka para pelaku usaha dan juga motivasi di bidang kewirausahaan. Selain itu ada Asdep Kewirausahaan Pemuda sebagai penanggungjawab kegiatan, Asdep Kemitraan sebagai pihak yang bertanggungjawab di bidang Pembangunan Kemitraan Kepemudaan, lalu Staf Ahli Bidang Ekonomi Kreatif, Johny Mardizal,” katanya.
“Setelah tahap pertama, kemudian nanti tahap kedua sampai keempat dilanjutkan di Kemenpora. Kenapa namanya kuliah bukan sekolah, karena kalau sekolah nanti ranahnya Kemendikbud. Kenapa tidak pendidikan, karena kami tidak punya tupoksi Diklat. Makanya kita ambil kuliah. Ini penyebabnya soal teknis, program dan juga anggaran sehingga kuliah kewirausaahan pemuda bagian dari ikhtiar kita untuk mendorong percepatan penumbuhan minat kewirausahaan pemuda dengan berkolaborasi dengan kelompok strategis dalam penumbuhan minat kewirausahaan, yaitu perguruan tinggi dan juga para mentor pelaku wirausaha muda, dunia usaha, dunia industri dan juga para coach,” tambahnya.
Lebih jauh diutarakannya, kick off ini salah satu ikhtiar Kemenpora di dalam forum nasional Youth Summit di Jakarta pada 14 April 2019. Dalam kesempatan itu, nantinya akan melakukan kegiatan secara khusus di dalam pertemuan pemuda nasional Youth Summit ini dengan tema khusus kewirausahaan, kepemimpinan utama untuk wirausaha muda.
“Akan dihadiri kurang lebih 2000 peserta. Benar-benar diluar dugaan pada saat kegiatan ini disosialisaikan dan diinformasikan kepada masyarakat hanya melalui Medsos sekarang sudah meningkat lebih dari 2000 yang telah registrasi. Tentu disatu sisi kita senang ada komitmen, semangat dan juga konsen anak-anak muda di bidang kewirausahaan. Di sisi yang lain ini menjadi tantangan kita semua, bagaimana menyauti gairah, semangat dan juga komitmen anak anak muda di dalam pendidikan kewirausahaan dengan mengarahkan secara baik dan juga memberikan oportunity, kuncinya itu, memberikan kesempatan.”
“Kesempatan itu tidak hanya dengan menyiapkan kail dan juga pacing serta umpannya. Tetapi juga menciptakan iklim yang kondusif. Menciptakan ruang-ruang keberperanan bahwa anak muda sebagai subjek bukan malah sebagai objek. saya kira ini komitmen kita bersama,” paparnya.
Ditegaskannya lagi, ajang tersebut tidak ada kaitannya dengan Pilpres dan Pileg 2019 yang bakal digelar 17 April 2019. “Karena saking viralnya, ada yang berkomentar minggu tenang masih saja ada kegiatan kampanye. Jadi masih saja ada yang mengaitkan kegiatan ini dengan politik. Padahal mengajak 2000 pemuda pada acara tersebut tidak ada kaitannya dengan kampanye, itu murni kegiatan Kemenpora. Momentum hari ini pun tidak ada kaitannya. Teman-teman soal hari ini kick off-nya kemudian hari ahad besok itu gelaran nasional Youth Summit,” urainya.
“Disamping itu, kepesertaan secara terbuka kita juga mengundang berbagai perguruan tinggi. Undangan juga kita sampaikan kepada Dispora Provinsi untuk mengirimkan anak-anak muda yang memiliki bakat dan juga jiwa kewirausahaan agar memiliki wawasan di bidang penumbuhan jiwa kewirausahaan.”
Dalam paparannya lagi, tidak akan berhenti pada 20 perguruan tinggi dan akan terus dikembangkan atua diperluas secara mendalam. “Bila tahun sebelumnya itu dilaksanakan dibeberapa titik tapi masih belum masif, kemudian kita lakukan ikhtiar untuk perbaikan kemudian efisiensi tata kelolanya sama uangnya tetapi bisa menjangkau lebih luas. Dengan meminimalkan hal-hal yang berbentuk administratif serta memaksimalkan kolaborasi dengan berbagai pihak.”
“Kalau dulu tempatnya di hotel, habis di hal-hal yang bersifat administratif yang tidak untuk kepentingan langsung pelaksanaan pelatihan kewirausahaan, kemudian kita konsentrasikan dengan memaksimalkan utilitas yang kita miliki. Kuliah kewirausahaan ditempatkan di Kemenpora. Alhamdulillah, animo masyarakat cukup tinggi kepesertaanya juga bisa terseleksi dari input dengan kebutuhan bisa tiga sampai empat kali lipat dari yang tersedia. Saya kira ini kabar baik dan sebagai salah satu tindak lanjut dari program di tahun 2018 serta evaluasi yang kita laksanakan sehingga lebih baik lagi. Kalau itu bisa dilaksanakan secara berjejaring maka dapat dioptimalkan utilitas lembaga pendidikan tinggi yang sudah ada kemudian kita kolaborasikan.”
Sejak tahun 2014 hingga 2018, masih kata Niam, target itu tercapai dan terlampaui. Alhasil, ini menjadi kabar baik tetapi. Tentu target yang sudah terlampaui,  masih terus dioptimalkan peran wirausahaan muda dan terus tumbuh sehingga tidak layu sebelum berkembang.
“Mulai dari yang bersifat permodalan grand maupun yang bersifat permodalan yang bergulir dan yang murah dengan peran pemerintah untuk memfasilitasi kredit khusus untuk wirausahaan muda maupun memeberikan rekomendasi sehingga bisa terhubung dengan pelaku wirausaha yang sudah mapan. Disamping fasilitas Kemepora juga selalu menggelar apresiasi bagi wirausaha muda berprestasi melalui kompetisi berjenjang dari daerah, kabupaten, provinsi dan nasional.”
“Tujuannya ada dua, yaitu memberikan apresiasi atas kesungguhan dan prestasi yang dilakukan anak-anak muda di bidang kewirasusahaan. Kemudian sebagai etalase untuk membukakan ruang bagi anak-anak yang berpresatasi ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan dia berprestasi dengan dia ditampilkan makan akan terlihat sekian banyak orang shingga melahirkan peluang-peluang yang bersifat mobilitas.”
Sementara itu, Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Imam Gunawan, menambahkan jika hal ini merupakan sebenarnya bentuk lain dari sosialisasi untuk memberikan pemahaman yang bagus tentang kewirausaahan kepada pemuda, dalam hal ini mahasiswa.
Harapannya, sambung Imam, nanti muncul minat untuk menjadi wirausaha atau berani mencoba menjadi wirausaha, dan itu bagian dari awal untuk melahirkan sosok wirausaha.
“Kita menargetkan 5000 peserta akan terlibat di sini dan tempat pelaksanaanya diserahkan kepada masing-masing perguruan tinggi yang bekerja sama dengan Kemenpora. Alhamdulillah, responnya sangat bagus sekali. Kalau tidak kita batasin, mungkin animonya menjadi sangat tinggi sekali.”
“Perguruan tinggi berminat karena umumnya sudah mulai tumbuh kegiatan-kegiatan untuk menginkubasi dunia wirausaha. Nah kita bersinergi saja supaya dapat saling menambah motivasi masing-masing institusi. Kami juga memiliki kesempatan untuk mengakses talenta-talnta unggul yang mungkin saat ini masih tersebar di perguruan tinggi.”
Dalam kesempatan itu, juga dihadiri Ketua Panitia sekaligus Kabid Pemetaan Kewirausahaan di Kemenpora, Sutrija, Perwitasari selaku Kasubbid Pemetaan Bidang Penelusuran dan Pemetaan Potensi Kewirausahaan Pemuda, Ruskomalasari, lalu Ellies Sutrisna dari Aspirasi, Afiat Rasyid Rustamadji dan Sekretaris BPD DKI Jakarta Komunitas Sahabat Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).(bud)