Pencurian Ikan Semakin Agresif, Pemerintah Perketat Pengawasan Sisi Laut Terluar

JAKARTA (IndependensI.com) – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, pencurian ikan di perairan di wilayah Natuna semakin agresif. Untuk itu pemerintah terus berupaya memperketat pengawasan di sisi laut terluar negara lantaran kapal asing pencuri ikan yang semakin marak berdatangan.

Dia melanjutkan, Satgas 115 telah berkoordinasi dengan TNI Angkatan Laut untuk berpatroli di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) seperti di Natuna yang makin sering dijarah kapal asing dalam satu tahun ke belakang.

“Kita harus terus menjaga. Selama dua tahun terakhir, terutama satu tahun, agresifitas intrusi kapal laut di Natuna meningkat tajam,” ujar dia di Jakarta, Selasa (30/4/2019).

Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), telah ada sebanyak 488 kapal asing yang dimusnahkan dalam kurun waktu 2014-2018. Kapal asing berbendera Vietnam menjadi yang paling banyak tertangkap yakni sebanyak 272 unit.

Unit kapal lainnya yang juga telah banyak dimusnahkan diantaranya berbendera Filipina (90 unit), Malaysia (73 unit), Indonesia (25 unit), Thailand (23 unit), Papua Nugini (2 unit), serta China, Belize dan Nigeria (1 unit).

Maraknya kasus ini membuat Susi semakin tidak percaya dengan kebijakan lelang kapal ikan hasil tangkapan KKP. Dia menegaskan, pelelangan ini sebenarnya bukan merupakan kebijakan pemerintah. “Penetapan pak Presiden ( Jokowi) jelas. Kapal luar datang curi ikan, kita tenggelamkan. Jadi kalau ada lelang itu sebenarnya bukan policy resmi pemerintah,” tegasnya. (dan)