Hiruk Pikuk Potang Balimau Menyambut Ramadan

PEKANBARU (Independensi.com) – Potang balimau merupakan rangkaian acara memasuki bulan suci ramadan. Di Pekanbaru, acara tersebut digelar setiap tahun. Diawali dengan ziarah di komplek pemakaman Marhum Bukit yang terletak di komplek Masdjid Raya – Senapelan, Kota Pekanbaru.

Makam tersebut merupakan tempat peristirahatan terakhir Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah, yang dikenal dengan sebutan Marhum Pekan, Sultan Kelima di Kerajaan Siak. Marhum Pekan merupakan salah satu pendiri kota Pekanbaru. Ia mendirikan sebuah pekan, atau pasar baru di tepian Sungai Siak, yang menjadi cikal bakal berdirinya Kota Pekanbaru.

Jasad Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit juga bersemayam di sana. Ia dikenal juga dengan nama Tengku Alam. Ia merupakan Sultan Keempat di Kerajaan Siak. Marhum Bukit merupakan ayahanda dari Marhum Pekan. Ia memindahkan Kerajaan Siak dari Mempura ke Bukit Senapelan.

Dalam acara Potang Balimau yang digelar Minggu (5/5/2019) sore, diantara ribuan warga, hadir Wakil Gubernur Riau Edi Natar Nasution didampingi Wakil Walikota Pekanbaru Ayat Cahyadi, membuka acara Potang Balimau. Usai melakukan ziarah di enam pusara di komplek pemakaman, dari kediaman Tuan Kadi di Jl Perdagangan, Wakil Gubernur memukul bedug, lalu menyirami anak yatim dengan air jeruk.

Menurut pantauan Independensi.com, ribuan warga memadati pinggiran Sungai Siak, menanti berbagai acara Potang Balimau sebagaimana rutin digelar setiap tahun. Beberapa kapal dan sampan yang sudah dihias, hilir mudik mengarungi sungai Siak, yang membelah kota Pekanbaru dengan kawasan Rumbai itu. Namun berbagai acara yang dihelat sekitar pukul 3 sore itu, terpaksa dibatalkan, karena hujan deras mengguyur kota Pekanbaru.

Namun penampilan anak-anak yang melompat dari jembatan Leighton I setinggi 50 meter mencebur hingga kedalam Sungai Siak, menjadi hiburan tersendiri bagi ribuan warga yang terus memadati pinggiran sungai. Anak-anak silih berganti melompat dari atas jembatan, tanpa ada rasa takut, walaupun Sungai Siak terkenal dalam dan deras. Anak-anak usia antara 12-15 tahun itu, tanpa rasa takut melompat hingga mencebur ke dalam sungai.

Aris (14) saat ditemui Independensi.com usai melompat dari atas jembatan Leighton I mengatakan, ia dan kawan-kawannya sudah biasa melompat dari atas jembatan tersebut. Mungkin karena tinggal disekitar pinggiran singai siak ini, sehingga kerab bermain-main di sekitar sungai bahkan menyeberanginya, sehingga rasa takut tidak ada lagi.

Ditengah hiruk-pikuknya hiburan Potang Balimau, Camat Senapelan Fabila Sandi kepada Independensi.com mengakui bahwa, sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, ada baiknya kita membersihkan diri dengan melakukan mandi wajib. Mandi wajib adalah kewajiban bagi setiap muslim laki-laki maupun perempuan yang sedang berhadats besar.

Dalam Islam, umat Muslim diharuskan untuk mandi wajib terlebih dahulu atau bersuci setelah berhubungan suami istri maupun setelah haid bagi perempuan, agar kembali suci.Tujuannya agar ketika beribadah seperti melakukan shalat dan puasa, orang tersebut telah bersih dari hadast besar. “Mandi wajib atau juga dikenal dengan mandi junub adalah menyiramkan air ke seluruh tubuh secara merata,” ujarnya. (Maurit Simanungkalit)