Kedatangan Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi adalah untuk mengecek kesiapan Dishub dan Satlantas Boyolali dan Salatiga mengantiaipasi kedatangan pemudik yang berpotensi mwnimbulkan kemacetan

Dirjen Hubdat Koordinasikan Penanganan di Jalan Nasional Setelah Exit Tol Tingkir dan Boyolali

SALATIGA (Independensi.com) – Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi melakukan rapat koordinasi sekaligus melakukan pengecekan kesiapan jalan kabupaten dan jalan nasional setelah keluar gerbang tol Tingkir Salatiga, gerbang tol Boyolali dan gerbang tol Colomadu Kertosuro

Dirjen Budi yang didampingi Direktur Angkutan Jalan Ahmad Yani dan Direktur Sarana Transportasi Jalan Sigit Irfansyah melakukan pertemuan untuk mendapatkan informasi dan masukan dari Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Boyolali Untung Rahardjo dan Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Sidqon Effendi serta Kasatlantas Salatiga Ajun Komisaris, Marlin di Terminal Tipe A Tingkir Kota Surakarta.Sabtu (25/5)

Dijelaskan oleh Budi, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Litbang Kemenhub, pergerakan arus mudik dari Jakarta akan dimulai pada hari Rabu 29 Mei dan akan meningkat pada Jumat 31 Mei 2019.

Berdasarkan hasil survei itu juga untuk wilayah Jawa Tengah jumlah terbanyak pemudik adalah tujuan Solo Raya meliputi Solo, Salatiga dan Boyolali, serta Semarang danTegal.

“Kedatangan saya kesini adalah untuk mendapatkan informasi, apa saja yang sudah dipersiapkan oleh Kadishub dan Kasat Lantas terkait dengan kesiapan menghadapi gelombang pemudik baik di Surakarta maupun Boyolali,” kata Budi.

Disamping itu rekayasa lalu lintas seperti apa dan bagaimana kesiapan jalan-jalan alternatif bilamana terjadi kemacetan panjang, penangan pasar tumpah dan daerah wisata yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Mengingat dari pintu tol Tingkir ke jalan kabupaten maupun jalan nasional sangat pendek yang diduga berpotensi menimbulkan kemacetan, Budi minta ditempatkan petugas Dishub dibantu pihak kepolisian di lokasi tersebut untuk mengarahka pemudik.

Kadishub Surakarta Sidqon menjelaskan, ada beberapa permasalahan yang dihadapi Surakarta antara lain kesiapan jalan kabupaten menampung gelombang pemudik yang menggunakan jalan tol Trans Jawa.

Sedangkan permasalahan di Boyolali, sebagaimana disampaikan Kadishub Boyolali Untung Rahardjo, tidak berbeda. Setelah keluar tol jalan kabupaten menyempit yang berpotensi menimbulkan kemacetan.

Perwakilan Jasa Marga menjelaskan antisipasi yang akan dilakukan, pada gerbang tol Tingkir maupun gerbang tol Boyolai, selain membuka 4 gate juga akan dilakukan siatem jemput bola petugas tol dengan menggunakan tiga unit mobile reader yang bekerja 24 jam.

Untuk tetap menjamin kelancaran Budi meminta pihak Dishub dan Polisi untuk menempatkan anggotanya di pos-pos pantau, titik-titik kemacetan serta menyiapkan petugas medis untuk membantu pemudik yang kelelahan. (hpr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *