Remy Sylado memberikan sambutan pada pembukaan pameran seni lukis di Balai Budaya Jakarta, Kamis (11/7/2019). Acara ini menandai kiprah berkesenian Remy sebagai Maestro Seni Indonesia sekaligus merayakan hari ulang tahunnya yang ke-74. (Independensi.com/Pribadi)

Remy Sylado, Maestro Seni Nan Konsisten

JAKARTA (IndependensI.com) – Seniman kawakan Remy Sylado terus berkarya hingga di usia senja. Berkarya secara konsisten sejak muda dan menuangkan semua itu dalam berkesenian, menjadi kekuatan tersendiri bagi Remy Sylado di kancah seni Tanah Air. Seni musik, lukis, puisi, menulis novel hingga cerita film, pernah dilakukan pria berjanggut putih ini. Membangun kreatifitas dan kesetiaannya pada seni serta budaya maupun banyaknya penghargaan dari dalam maupun luar negeri, membuat Remy Sylado layak disebut Maestro Seni Indonesia.

“Remy Sylado selalu konsisten dalam jaringan seniman Indonesia. Dia sebagai pendobrak kotak-kotak kesenian. Ekspresinya dalam seni lukis, sastra, teater, musik, film hingga jurnalistik sangat membanggakan. Banyak penghargaan seni dari dalam maupun luar negeri sudah diraihnya. Selain itu, pandangan dan pendapatnya yang khas dalam menyikapi masalah-masalah kebudayaan selalu menarik. Melihat itu semua, Balai Budaya Jakarta memberikan apresiasi kepada Remy sebagai Maestro Seni Indonesia,” ungkap Ketua Balai Budaya Jakarta, Syahnagra Ismail saat pembukaan Pameran Karya Seni Remy Sylado di Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Syahnagra Ismail (Independensi.com/Pribadi)

Dalam pameran lukisan karya Remy ini dihadiri banyak tokoh seni dan masyarakat diantaranya KH Ahmad Mustofa Bisri, Dirjen Imigrasi Ronny F.Sompie, artis Ida Leman, seniman Renny Djayusman, Jose Rizal Manua, dan lainnya.

Lebih jauh Syahnagra mengatakan, pameran ini adalah sebuah penghargaan pada kesetiaan dan sikap Remy di bidang seni dan budaya di Indonesia. Dirinya yakin, bahwasanya peristiwa seni dan kebudayaan akan menjadi peristiwa yang menarik dalam membangun bangsa serta menciptakan perdamaian. Salah satunya melalui kiprah dan karya-karya Remy. “Hingga kini, Remy selalu melukis dan berkreasi dalam banyak hal. Remy menjadi contoh bagaimana membangun sebuah keindahan, persahabatan dan menghargai seniman,” ujar Syahnagra yang juga seorang pelukis ini.

Sementara itu, Remy sendiri mengaku bangga pada penyematan dirinya sebagai maestro seni Indonesia. Walau dirinya merasa kiprah dan sumbangsihnya pada seni Indonesia tidak banyak, namun melalui karya seni pria kelahiran Makassar, 12 Juli 1945 ini, ingin terus berkarya hingga tak lagi bisa menghasilkan sebuah karya seni.

“Saya merasa senang menjadi tua dan rambut memutih tak perlu dicat. Saya akan terus melukis dengan kerangka menafsir realitas. Saya melukis atas apa yang saya rasa dengan hati sebagai keindahan,” kata Remy mengomentari pameran yang digelar sekaligus menyambut hari ulang tahunnya yang ke-74. Remy Sylado adalah nama pena saat berkesenian. Dia memiliki nama asli Yapi Panda Abdiel Tambayong dan terkadang menuliskan namanya dalam not angka yakni 23761.

Kiprah seni Remy Sylado hendaknya menjadi panutan bagi seniman-seniman muda Tanah Air dalam berkarya. Konsistensi dalam berkreasi di pelbagai bidang seni, membuat sang Maestro layak dijadikan inspirasi untuk hidup dan berkehidupan. “Para seniman harus terus mengapresiasi hasil karya Remy Sylado. Sebab, karya-karyanya memiliki nilai tinggi untuk kehidupan.

Konsistensi Remy dalam berkesenian mulai dari lukisan, menulis buku, puisi, lagu dan sebagainya, layak diapresiasi dan menjadi panutan bagi seniman muda,” kata Puteri Indonesia 2018, Alya Nurshabrina yang turut hadir di pembukaan pameran. Alya menambahkan, para seniman muda perlu dorongan dari para seniman senior seperti Remy dalam berkarya untuk menumbuhkan kreatifitas maksimal dalam bidang seni maupun budaya.

Regenerasi

Posisi Remy Sylado sebagai tokoh seni dan budaya Tanah Air sudah tak lagi diragukan. Karya-karya yang dihasilkan telah tersebar dan meraih banyak penghargaan bergengsi serta prestisius. Itu semua karena kualitas dari karya yang dihasilkan sangat mumpuni dan berkelas. Kreatifitasnya tak terbatas pada seni lukis dan puisi saja, tetapi juga merambah maksimal di bidang teater, menulis novel, film hingga musik. Untuk itulah, Remy Sylado layak disebut sebagai Maestro Seni Indonesia yang diharapkan bisa menjadi contoh bagi seniman-seniman muda dalam konteks regenerasi.

“Kami berharap Remy Sylado tetap berkarya dan terus memberikan inspirasi bagi seniman-seniman yang lebih muda. Pasalnya regenerasi merupakan hal yang penting dalam proses yang terjadi dalam setiap bidang kehidupan,” ujar Staf Ahli Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, Arie Budhiman. Dia mengatakan, harus menjadi catatan tersendiri bahwasanya, seorang Remy Sylado memiliki derajat ke-Mpu-an dalam kancah seni dan budaya di Indonesia. “Tak banyak seniman yang bisa mencapai tahapan ini, jadi sangat layak diapresiasi publik tentunya,” imbuh Arie.

Lebih jauh Arie menambahkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan senantiasa memberikan dukungan bagi seniman dan dunia seni serta budaya di Indonesia. Tak hanya itu, pemerintah juga memberikan apresiasi positif terhadap institusi seni di Indonesia seperti Balai Budaya Jakarta. Arie menyebut, keberadaan Balai Budaya Jakarta sudah menjadi bagian dari perjalanan seni dan budaya Indonesia. “Untuk kedepannya, Balai Budaya Jakarta tetap eksis dengan berbagai kegiatan seni dan budaya serta menjadi tinta emas bagi kebudayaan bangsa Indonesia,” komentar Arie.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *