Pakar hidroponik RT 02 RW 32 (pakai kaos biru) memberikan penjelasan bercocok tanam mode hidroponik kepada perwakilan RW se Kelurahan Bojongrawalumbu, Kota Bekasi. (foto:jonder sihotangj

Peluncuran Hidroponik Kota  Bekasi: RT 02 RW 32  Bojongrawalumbu ‘Kampung Hidroponik’.

 

BEKASI (IndependensI.com)-  Hidroponik,  adalah budidaya menanam dengan memanfaatkan air. Artinya dalam metode ini, tanpa menggunakan tanah sebagaimana lazimnya.

Cara ini, dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman,  kebutuhan air pada hidroponik lebih sedikit dari pada kebutuhan air pada budidaya dengan media tanah.

Terkait hal itu, secara serentak, di Kota Bekasi, Jaw Barat,  dilakukan  launcing atau peluncuran penanaman hidrponik, dan dibuka  Wakil Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Rabu (14/8/2018). Peluncuran tingkat kota ini, diikuti 56 keluraham se Kota Bekasi.

Terkait  tanaman hidroponik, ia minta agar para  camat dan lurah terus melakukan sosialisasi.  Nanti, Dinas Pertanian yang memantau dan membantu pendistribusian bibit dan bahannya. Hasil panennya nanti akan dibantu oleh dinas untuk dijual kepada masyarakat.

Disebutkan, karena keterbatasan lahan, saat ini kita harus tetap bisa memproduksi sayuran dan buah buahan yang sehat melalui cara hidroponik.

RT 02 RW 032

Di Kelurahan Bojongrawalumbu, Kecamatan Rawalumbu Kota Bekasi, launching hidroponik dipusatkan di lingkungan RT 02, RW 032. Peluncuran Hidroponik Kota  Bekasi:
RT 02 RW 32  Bojongrawalumbu ‘Kampung Hidroponik’.adiri Lurah setempat Budiyan. Launching se Kelurahan Bojongrawalumbu tersebut, dihadiri para perwalilan RW, termasuk dari Perumahan Kemang Pratama.

Saat itu, dilakukan teleconfrence dengan Wakil Wali Kota terhadap para pelaku hidroponik di 56   kelurahan.Di  RT 02 RW 32, hadir Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Kariman, Asda II Zarkasih, Kadispora diwakili Charles Aritonang, dan perwakikan Dinas Pertanian dan Perikanan.

Pakar hidroponik RT 02 RW 32, Husni Thamrin, Suratman, dan Ledy Imron, kepada para perwakikan RW dan pejabat terkait, memberikan penjelasan terkait mode bertani hidroponik dengan media menggunakan barang bekas. Ketiga pakar tersebut, didampingi Ketua Kelompok Wanita Tani, Tarmi Widjayanti.  (adv/humas/jonder sihotang)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *