Wali Kota Bekasi dan Wakilnya, Rahmat Effendi dan Tri Adhianto secara bergantian mencoret wajah tanda bahwa tidak ada anak buah yang salah. Hal itu dilakukan saat pelaksanaan senam Sparko di Stadion Chandrabaga Kota Bekasi. (humas)

Tidak Hadir Senam Sparko, Wajah “Dicemongi”

Loading

BEKASI (IndependensI.com)- Pejabat dan siapapun aparatur sipil negara (ASN, yang tidak  hadir pada kegiatan rutin, akan dikenakan sanksi tegas. Termasuk  pada kegiatan  olah raga rutin tiap Selasa dan Jumat pada senam Spartan Komando (Sparko). Sebab saat ini   antusias untuk Sparko sudah mulai menurun.

Seusai senam, para pejabat eselon II, III dan IV mengikuti Pelatihan Baris Berbaris (PBB), tegas Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, saat pelaksanaan Sparko, Jumat (13/9/2919) di Stadion Chandrabaga Kota Bekasi.

“Pada PBB kali ini, jika ada pejabat yang tidak hadir dalam tiap dinas nya, maka Kepala Dinas akan dikenakan sanksi yakni berupa coretan di muka dengan nama Peach Face Painting,” kata Rahmat.

Peach Face Painting ini, katanya, biasa dilakukan  para barisan tentara yang solid dalam barisan militer. Ini diterapkan kepada ASN  khususnya para Kepala Dinas yang tidak menghadirkan para eselon III dan IV nya.

Tidak hanya Kepala Dinas, Sekretaris Daerah Kota Bekasi selaku petinggi di Pemerintah Kota Bekasi, juga terkena coretan tersebut. Sebab,  Sekda adalah yang bisa mengatur semua pejabat. Maka, diawali dengan Sekretaris Daerah yang terkena peach face painting.

“Tidak ada anak buah yang salah, tapi pemimpinnya yang pasti salah” ujar Rahmat Effendi. Bahkan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota pun ikut mewarnai muka mereka dengan coretan tersebut, karena dijelaskna kembali tidak ada anak buah yang salah, akan tetapi pemimpinnya yang salah.

Saat itu Wakil Wali Kota Bekasi,  mengimbau para eselon II, III, dan IV agar ikut meramaikan kegiatan rutin senam Sparko dan PBB. Jika salah satu pejabat tidak hadir, tidak menutup memungkinkan akan terkena sanksi ini.

“Ini adalah bentuk jiwa korsa yang harus dimiliki oleh Pemerintah Kota Bekasi, hal ini dimaksudkan agar tertib dari perilaku tidak hanya tertib administrasinya,” tegas Tri (adv/humas/jonder sihotang)