Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi lakukan petakan batu pertama Penataan Sempadan Saluran Kalimalang di Kota Bekasi. (humas)

Gubernur Jabar Lakukan Peletakan Batu Pertama  Penataan Sempadan Saluran Kalimalang

BEKASI (IndependensI.com) – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mempersiapkan sejumlah program untuk mengembangkan objek wisata di Jawa Barat. Salah satu program yang saat ini dikebut adalah revitalisasi Kalimalang  atau Sungai Tarum Barat di Bekasi.

Gubernur Jabar hadir pada acara Groundbreaking (pelerakan batu pertama) penataan Sempadan Saluran Kalimalang,  didampingi  Wali Kota Bekasi,  Rahmat Effendi beserta Forkopinda Kota Bekasi.

Ridwan mengatakan, pihaknya  akan memaksimalkan potensi Kalimalang. Pemerintah Provinsi  Jabar melakukan revitalisasi dan penataan Sempadan Saluran Kalimalang di Kota Bekasi, katanya, Rabu (26/9/2019).

“Ini akan kita maksimalkan potensi dari Kalimalang, agar orang bisa datang dan punya kesan tersendiri saat berkunjung ke Kota Bekasi. Ini bentuk cinta dari Jawa Barat kepada Kota Bekasi,” katanya.

Disebutkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengetahui bahwa Tanah Pasundan merupakan daerah dengan jalur hidrologi terbesar di Indonesia karena berlimpah sungai, danau, waduk, situ, dan saluran multifungsi.

Di lokasi yang sama,  Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, setuju dengan adanya revitalisasi dan penataan sempadan Kalimalang.

“Setuju dan bersyukur dengan adanya gagasan ini. Nantinya ini akan menjadi tempat wisata dan menimbulkan kesan indah dimasyarakat,” ujarnya.

Ia berharap, dengan penataan Sempadan Saluran Kalimalang, kepedulian masyarakat Bekasi terhadap fungsi dan kelestarian Sumber Daya Air meningkat.

“Pembangunan ini dapat meningkatkan fungsi dan kelestarian Sumber Daya Air serta kepedulian masyarakat dalam memelihara Sumber Daya Air. Masyarakat diharapkan tidak lagi membuang sampah dan limbah ke Saluran Kalimalang,” tambahnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jabar Linda Al Amin mengatakan, pengembangan wisata air dilakukan guna meningkatkan kepariwisataan Jabar dan melestarikan budaya Tanah Pasundan yang tidak lepas dari air.

“Pengembangan destinasi wisata air pun ini diharapkan dapat meningkatkan kebanggaan warga Kota Bekasi, karena akan memiliki sempadan saluran sebagai ruang publik di tengah kota yang tertata dan terpelihara dengan baik,” kata Linda.

Menurutnya, revitalisasi dan penataan Sempadan Saluran Kalimalang akan dilakukan pada 2019 dan 2020. Pada 2019, penataan akan fokus pada pembangunan di bagian luar badan air yang meliputi Taman Seni, dan Taman Timur dan Promenade Sejarah.

Sedangkan pada tahun 2020, akan dibangun zona bermain anak, kolam dangkal anak, ruang ngariung, taman flora musiman, tanggul penahan tanah, jalan inspeksi, taman lampu, dan jembatan penyeberangan.

“Kita memastikan bahwa penataan Sempadan Saluran Kalimalang tidak akan mengganggu pemeliharaan Sumber Daya Air dan dilakukan sesuai dengan regulasi,” ujarnya.

Anggaran untuk revitalisasi tersebut diambil dari APBD 2019 sebesar Rp 4,6 Miliar untuk penataan sempadan sisi utara Saluran Kalimalang, dan RAPBD 2020 sebesar Rp 26 miliar untuk penataan sempadan sisi selatan Saluran Kalimalang. (adv/humas/jonder sihotang)