Eddy Santoso Anggota DPRD sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Kabupaten Gresik

DPRD Gresik Warning DPUTR dan Kontraktor, Agar Perbaiki Paving Masjid Yang Terimbas Proyek Box Culvert

GRESIK (Independensi.com) – DPRD Gresik Jawa Timur memperingatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) setempat. Karena, banyak proyek pembangunan fisik salah satunya box culvert diwilayah perkotaan. Ada yang belum tuntas, sudah ditinggal oleh pelaksana pekerjaan (kontraktor).

“Saya lihat sendiri dilapangan, pengerjaan proyek saluran air perkotaan (box culvert) belum ada yang rampung. Bahkan ada yang ditinggal begitu saja, contohnya di depan Masjid di Jalan Sindujoyo. Masak paving masjid dibongkar, tapi tidak dikembalikan seperti semula. Apa-apaan ini?,” ujar salah seorang anggota DPRD Gresik Eddy Santoso kepada independensi.com, Senin (9/12).

“Terkait persoalan itu, DPUTR Gresik saya minta untuk memanggil dan mewarning kontraktor yang kerjanya asal-asalan. Untuk segera menuntaskan kewajiban, yang harus mereka (kontraktor) lakukan jangan sampai dibiarkan,” tuturnya.

Ditambahkan Eddy, DPUTR harus benar-benar bisa mempertanggungjawabkan tugasnya. Terutama dalam mengawasi kontrak kerja yang dibuat bersama dengan masing-masing rekanan (kontraktor).

“Sebelumnya kan para kontraktor ini mendapatkan kontrak kerja, maka harus diawasi dan diteliti oleh DPUTR. Peringatan yang kami sampaikan ini, janga hanya iya-iya tapi tidak ada tindak lanjut yang tegas,” ucap Ketua DPD Partai Demokrat Gresik ini dengan nada geram.

“Klausul kontrak kerja yang dibuat oleh DPUTR dengan kontraktor itu kan jelas, jika ada rekanan atau kontraktor yang tidak melaksanakan tugasnya sesuai perjanjian kerja. Maka harus diberikan sangsi tegas, jangan melempem membiarkan kontraktor bekerja seenaknya saja,” tukasnya.

“Pokoknya kami minta persoalan yang nyata didepan publik ini, harus ditindaklanjuti DPUTR. Bahkan, jika pelaksana proyek terbukti tidak mematuhi kontrak kerja di-blacklist saja jangan dibiarkan. Agar tidak ada lagi kontraktor yang bekerja asal-asalan dan seenaknya sendiri dengan berbagai alasan,” tandasnya.

“Jika tak bisa menuntaskan persoalan yang meresahkan masyarakat ini, maka dalam waktu dekat. Kami akan panggil DPUTR dan rekanannya terkait, untuk kita hearing. Sehingga, tidak ada lagi kontraktor yang main-main dalam mengerjakan proyek yang didapat,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala DPUTR Gunawan Setiadji saat dikonfrontir independensi.com terkait paving masjid yang rusak imbas proyek box culvert. Terkesan lepas tanggungjawab, dengan bertanya balik apakah pihak masjid sudah membuat surat pernyataan.

“Takmir masjid apa minta secara tertulis. Nanti saya fasilitasi ke kontraktor,” jawabnya dalam pesan elektronik Whats App (WA).

Hingga berita ini tayang, belum ada tindaklanjut dari DPUTR maupun pihak kontraktor yang mengerjakan proyek box culvert maupun dari pihak DPUTR. (Mor)