Ardiola Dionilo dan Raffarel Radzinski Sadad (Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya). (Istimewa)

Pembinaan Ganda Indonesia Dinilai Berjalan Positif Mencetak Pemain Ganda Masa Depan

Loading

SERPONG (Independensi.com) – Turnamen khusus nomor ganda bertajuk Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 presented by Candra Wijaya, dinilai memiliki peran penting dalam melahirkan pebulutangkis nomor ganda masa depan Indonesia. Ajang edisi ke-14 yang konsisten digelar legenda bulutangkis Indonesia, Candra Wijaya disebut menjadi wadah efektif untuk menjaring dan membina talenta muda sektor ganda sejak usia dini.

Mantan pelatih ganda putra Indonesia, Herry Iman Pierngadi meyakini akan ada bibit-bibit pemain nomor ganda yang lahir dari turnamen tersebut. Menurutnya, konsep kompetisi yang secara khusus fokus pada nomor ganda merupakan langkah tepat untuk mencetak pemain potensial yang dapat memperkuat Indonesia di masa depan.

“Saya melihat ada pemain-pemain dari kelompok ganda pemula yang tampil bagus di turnamen ini. Mereka bisa diharapkan menjadi bibit baru pemain ganda Indonesia. Turnamen seperti ini sangat tepat untuk menghadirkan pemain-pemain potensial,” kata Herry saat ditemui di Hall Daihatsu Yonex-Sunrise Candra Wijaya International Badminton Centre (DYSCWIBC), Jelupang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (12/6/2026).

Pelatih yang dikenal melahirkan banyak pasangan ganda kelas dunia itu juga menilai Yonex-Sunrise Doubles Special Championships memiliki keunikan karena menjadi salah satu turnamen yang secara khusus mengakomodasi nomor ganda dari berbagai kelompok usia.

Lebih jauh Herry mengatakan, inisiatif yang dilakukan Candra Wijaya layak mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan bulutangkis nasional agar terus berlanjut. “Baru Candra yang membuat turnamen seperti ini di Indonesia. Turnamen ini harus dilestarikan karena menjadi bagian penting dalam proses regenerasi pemain ganda,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan mantan pelatih ganda Indonesia, Aryono Miranat yang menilai keberadaan turnamen Yonex-Sunrise Doubles Special Championships ini turut meningkatkan kualitas persaingan antarklub, khususnya di sektor ganda. Menurut Aryono, peta kekuatan ganda usia muda saat ini semakin merata karena klub-klub memiliki kesempatan yang sama untuk mengukur hasil pembinaan melalui kompetisi yang rutin dan berjenjang.

“Turnamen ini menjadi sarana untuk menguji hasil latihan yang sudah dilakukan di klub. Selain itu, ajang seperti ini juga sangat penting untuk pembinaan performa serta membangun mental bertanding para atlet muda,” kata Aryono.

Keberadaan Yonex-Sunrise Doubles Special Championships 2026 pun dinilai bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang. Melalui pertandingan yang kompetitif sejak usia dini, para pemain muda dapat mengasah kemampuan teknis, strategi permainan ganda, hingga mental menghadapi tekanan pertandingan.

Babak Final 

Sementara itu dari pertandingan babak semifinal nomor ganda dewasa putra, pasangan unggulan pertama dari Daihatsu Yonex Sunrise Candra Wijaya, Ardiola Dionilo/Raffarel Radzinski Sadad menjaga asa menuju babak final dengan mengalahkan rekan satu klub, Gabriel Christopher Wintan Wijaya/Panji Ahmad Maulana 25-23, 21-22.

“Lawan kami sangat bagus walau dari satu klub. Tetapi tetap memberikan perlawanan dan penampilan terbaik,” ujar Raffarel. “Sempat kehilangan konsentrasi saat gim pertama. Tapi masih bisa diantisipasi dan lebih fokus lagi,” imbuh Ardiola.

Di babak final yang akan digelar Sabtu (13/6), keduanya bakal berjumpa dengan ganda putra Jaya Raya, Gerardo Rizqullah Hafidz/Jonathan Farrel Gosal yang secara mengejutkan menumbangkan duet Mutiara Cardinal Bandung unggulan kedua, Aldi Efendi/Lutfi Afriand 21-12, 21-19.

Sementara itu dari nomor ganda campuran dewasa, pasangan Djarum Kudus, Theodorus Steven Kurniawan/Priskila Venus Elsadai tampil maksimal dengan mengandaskan harapan kemenangan ganda unggulan pertama dari klub Kasih Jakarta Selatan, Frederico Jonathan Wijaya/Karen Aprilia 21-13, 21-19.

Di babak final, Theodorus/Priskila akan menjamu ganda campuran unggulan kedua asal Jaya Raya, Gerardo Rizqullah Hafidz/Salma Mufida yang harus mengeluarkan ekstra stamina sebelum menang atas pasangan Djarum Kudus, Darren Aurelius/Leonora Keyla Frandrica 15-21, 21-13, 21-16.

Menghadapi babak final, Sabtu (13/6/2026), baik Gerardo maupun Salma mengaku akan mempergunakan waktu istirahat sebaik mungkin menyusul ketatnya jadwal pertandingan di turnamen ini.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *