Ilustrasi. Pengamanan terhadap pasien diduga terinfeksi virus Corona. (Ist)

BKN Diingatkan Perketat Masuknya Hewan-hewan Asal China

JAKARTA (Independensi.com) – DPR RI mengingatkan Badan Karantina Nasional (BKN) segera mengantisipasi dengan memperketat masuknya hewan-hewan impor dari China.

Hal ini demi mencegah masuknya virus Corona dari China datang ke Indonesia.

“Saya sudah ingatkan soal wabah virus ini, jangan sampai kecolongan khususnya Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani serta Badan Karantina Pertanian,” kata Ketua Komisi IV DPR RI Sudin di Jakarta, Senin (26/1).

Meski hingga saat ini belum ada laporan soal penyebaran virus tersebut melalui hewan impor, Sudin tetap minta Kementan memperketat masuknya hewan-hewan dari luar negeri.

“Tapi, kalau sudah diingat oleh DPR, ternyata masuk juga,alias kecolongan. Ya, saya minta pecat saja Kepala Badan Karantinanya,”tambah anggota Fraksi PDI Perjuangan.

Sementara itu anggota Komisi IV DPR Ikhsan Firdaus meminta agar BBKN dan Tumbuhan segera menggandeng perguruan tinggi guna meningkatkan kewaspadaan soal merebaknya Virus Corona.

“Saya khawatir ini seperti kasus serangan Virus Antraks Babi di Sumatera Utara. Nah, kalau Antraks masih bisa ditangani dengan melokalisir, namun untuk Virus Corono, bagaimana cara mencegahnya,” ungkapnya seraya mempertanyakan.

Diakui Politisi Golkar, penyebaran Virus Corona cukup mengkhawatirkan, karena dampaknya bukan hanya sekedar stabilitas keamanan nasional semata, namun juga pada stabilitas ekonomi.

“Inilah yang harus jadi perhatian khusus. Kasus Antraks di Sumut mencerminkan betapa lemahnya Badan Karantina Hewan,” terangnya.

Oleh sebab itu, lanjut Ikhsan, kalau saja virus ini menyebar dalam waktu dua bulan tentu menjadi persoalan nasional.

“Contoh, kasus saat terjadi Anjing Gila di Bali, itu sangat memukul industri pariwisata Bali, sehingga ekonomi Bali menjadi terpengaruh,” tuturnya.