Ratusan petugas kebersihan Kota Bekasi diberikan pembinaan oleh Wali Kota Rahmat Effendi terkait etos kerja. (humas)

Ratusan Petugas Kebersihan Kota Bekasi Dibina

BEKASI (IndependensI.com)-  Pegawai Dinas Lingkungan Hidup terutama bidang kebersihan,  harus mempunyai etos kerja dalam pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, dapat  memaksimalkan bank sampah yang ada untuk mengurangi jumlah sampah se-Kota Bekasi.

Sampah Kota Bekasi  setiap  hari sebanyak 1800 ton. Terbatasnya  lahan di TPA Sumur Batu juga jadi persoalan tersendiri.  Demikian disampaikan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi saat memberikan pembinaan terkait sumber daya manusia (SDM) di dahapan ratusan pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, akhir pekan lalu.

Pembinaan SDM diikuti Pegawai LH mulai pejabat hingga staf pelaksana, petugas kebersihan lapangan dan sopir truk sampah dari berbagai bidang dan UPTD. Hadir saat itu  Kepala Dinas  LH Yayan Yuliana, dan Staf Ahli Bidang Ekbang Sudarsono.

“Pegawai Pemkot Bekasi dari semua OPD bisa terus meningkatkan pelayanan bagi warga. Termasuk di dinas Lingkungan Hidup bertugas  pelayanan bidang kebersihan dan mengatasi persoalan sampah,” ucap Rahmat.

Lahan  tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di Sumurbaru Kecamatan Bantargebang milik Pemkot Bekasi, luasnya terbatas. Kebutuhan lahan TPA menjadi program LH,  karena sampah yang diangkut setiap harinya tidak pernah libur.

Selain itu maksimalkan armada truk pengangkutan, karena beberapa diantaranya sudah tidak layak jalan dan perlu dihapus asetnya untuk membeli armada baru. Ini perlu dipikirkan kedepan, Rahmat menambahkan.

Sementara itu, Kadis LH Kota Bekasi Yayan Yuliana mengatakan aparatur LH sebanyak 2.018 orang,  dan 1.600 diantaranya tenaga kerja kontrak, serta  300 an PNS yang disebar di 18 UPTD yang ada.

Terkait program kerja LH, Yayan mengatakan  akan ada perubahan pola pengangkutan sampah guna meningkatkan pelayanan bagi warga. Dulu yang biasanya melayani dari pintu ke pintu bisa diubah menjadi pola pengangkutan di satu titik lokasi Tempat Penampungan Sementara (TPS).

“Lokasinya sudah ada menggunakan lahan fasos fasum, tinggal sosialisasi dan kordinasi dengan RT dan RW untuk penjemputan sampahnya. Semoga pola baru ini bisa berjalan baik,” ucap Yayan.

Program DLH yang lain terkait zero plastik yang akan diterapkan serentak pada Maret 2020 dan hingga kini terus dilakukan sosialisasi bagi pengusaha ritel dan pasar tradisional.

“Program zero plastik sekali pakai bagian dari tugas LH untuk mengurangi jumlah sampah dan mengedukasi masyarakat agar menggunakan kantong belanja yang awet dan ramah lingkungan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, keberadaan sampah di Kota Bekasi, menjadi masalah yang hinggga saat ini belum tuntas penyelesaiannya. Kenati sudah banyak upaya yang dilakukan, seperti pengadaan 209 an Bank Sampah, pengolahan sampah menjadi energi listrik, keberadaan sampah masih menjadi masalah di masyarakat. (jonder sihotang)