Pengurus Pusat Hapkido Indonesia diterima Sesmenpora, Gatot S. Dewa Broto, Kamis (5/3/2020). (Istimewa)

Olahraga Beladiri Hapkido Mulai Dikenal

JAKARTA (Independensi.com) – Olahraga beladiri asal Korea, Hapkido ternyata banyak penggemarnya di Tanah Air. Olahraga ini menjadi memang kurang dikenal ketimbang Taekwondo, tetapi dalam perkembangannya justru mulai banyak penggemar dan prestasinya. Hapkido memiliki gerakan berdasarkan prinsip lingkaran yang memanfaatkan kekuatan lawan. Teknik-teknik dalam Hapkido antara lain meliputi pukulan, tendangan, kuncian, bantingan, jurus, serta latihan senjata.

“Animo masyarakat Indonesia terhadap olahraga Hapkido sangat baik. Tercatat secara organisasi sudah tersebar di 30 propinsi di Tanah Air,” ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Hapkido Indonesia (PPHI), GBPH Prabukusumo, Kamis (5/3/2020).

Lebih jauh adik kandung Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan, beladiri yang berkembang di Yogyakarta sejak 2014 ini, telah memberikan prestasi yaitu perolehan medali emas terbanyak di Kejuaraan Dunia Hapkido 2019 dan tengah melakukan persiapan Kejuaraan Hapkido tingkat ASEAN pada 10 Oktober 2020 di Yogyakarta.

Prabukusumo beserta jajaran pengurus melaporkan kegiatan organisasi kepada Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Mereka diterima langsung Sekretaris Menpora, Gatot S. Dewa Broto. Dalam kesempatan tersebut, selain melaporkan kegiatan organisasi juga memberikan informasi, bahwa Hapkindo Indonesia sudah menggunakan sistem online untuk manajemennya. Sistem ini bisa diakses secara terbuka yang menunjukan akuntabilitas, transparansi dan informatif.

“Dengan sistem online ini, dapat memberi beragam informasi mengenai Hapkido Indonesia melalui gawai yang dimiliki semua orang. mulai dari lokasi tempat latihan hingga komposisi personil pelatih di daerah yang terakreditasi secara terpusat dan terintegrasi,” kata Prabukusumo.