Gubenur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (foto tengah) didampingi Pangdam, Kapolda dan Bupati serta Dandim Gresik

Gubenur Jatim Sidak Kondisi Gresik Jelang Penerapan New Normal

GRESIK (Independensi.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengelar inspeksi mendadak (sidak), kesejumlah lokasi keramaian yang ada diwilayah Kabupaten Gresik. Karena, masih tingginya angka kasus terkonfirmasi Covid-19 untuk menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan pemberlakuan new normal.

“Gresik saatnya transisi menuju New Normal atau tidak, kami masih melakukan monitoring bersama tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Karena, sekarang masih berlangsung PSBB tahap tiga,” katanya, Kamis (4/6).

“Monitoring di Kabupaten Gresik, kami lakukan dengan mengunjungi Pasar PPS di Kecamatan Manyar, PT Karunia Alam Segar (KAS) yang memproduksi mi instan. Serta mengunjungi kampung tanggu yang berada di Desa Petiken Kecamatan Driyorejo,” ujarnya.

Keputusan menuju New Normal, menurut Khofifah, membutuhkan proses dan harus ada masa transisi terlebih dahulu. Selain itu, harus memenuhi pedoman WHO yang terdiri atas enam item.

“Penyebaran Covid-19 dapat sebenarnya bisa dikontrol, lewat layanan kesehatan yang harus terpenuhi. Serta, partisipasi masyarakat dalam masalah disiplin aturan tentang protokol kesehatan untuk pencegahan penularan atau penyebaran,” tuturnya.

“Kami berharap masyarakat, bisa mengikuti aksi kampung tangguh Covid-19. Begitu juga perusahaan juga melaksanakan protokol kesehatan, untuk memutus mata rantai penyebaran agar pandemi segera berakhir,” imbaunya.

“Melihat kenyataan yang ada dibeberapa wilayah Kabupaten Gresik, new normal bisa dilaksanakan dengan baik. Karena, keadaan yang ada di sini serta beberapa tempat lainnya di Jawa Timur. Gresik bisa dijadikan role model bagi Provinsi lain, dengan banyaknya daerah yang membentuk desa tangguh,” tegasnya.

Sementara, Bupati Gresik Sambari Halim Radianto mengatakan bahwa pihaknya sudah membuat 56 Desa Tangguh dan 54 Pasar tangguh Covid-19.

“Insyaallah dalam waktu sebulan mendatang semua desa di Gresik, yang total berjumlah 330 desa dan 26 Kelurahan. Bakal dijadikan desa tanguh Covid 19,” ucapnya.

“Yang terpenting lagi, bagi kami protocol Kesehatan adalah harga mati untuk perubahan perilaku kehidupan yang merupakan modal utama menuju new normal,” tandasnya.

Untuk diketahui bahwa, bahwa Kabupaten Gresik saat ini masih menerapkan PSBB jilid 3 Surabaya Raya bersama Sidoarjo dan Surabaya dan Gresik. (Mor)