Seketaris Perusahaan Petrokimia Gresik saat memberikan penjelasan tentang ruang isolasi darurat di Sarana Olahraga Tri Dharma.

Maksimalkan Penangganan Karyawan Yang Positif Covid-19, PG Bangun Ruang Isolasi Darurat

Loading

GRESIK (Independensi.com) – Untuk mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penanganan Covid-19 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Gresik. Petrokimia Gresik (PG) menyiapkan ruang isolasi darurat yang bertempat di Sarana Olahraga (SOR) Tri Dharma.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono menyatakan langkah itu dilakukan pihaknya sebagai antisipasi jika pertumbuhan kasus positif Covid-19 di Gresik terus meningkat.
“Banyaknya rumah sakit yang over kapasitas dalam melayani pasien Covid-19, akibat jumlahnya yang terus meningkat. Maka, langkah ini kami ambil agar mereka yang dinyatakan positif bisa mendapatkan penanganan. Sehingga, mata rantai penyebarannya bisa diputus,” ujarnya, Kamis (9/7).
“Tempat isolasi ini kami buat, bekerjasama dengan Rumah Sakit Petrokimia Gresik (RSPG) dan Koprasi Karyawan Keluarga Petrokimia Gresik (K3PG),” tuturnya.
“Ruang isolasi darurat ini berkapasitas 80 tempat tidur, yang dilengkapi dengan sarana pendukung lainnya. Namun, peruntukannya nanti masih diutamakan bagi keluarga Petrokimia Gresik,” tegasnya.
Di tambahkan Yusuf, apa yang dilakukan pihaknya sejalan dengan langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik yang juga tengah mempersiapkan ruang isosalasi darurat Covid-19 di Stadion Gelora Joko Samudro.
“Untuk mendukung oprasinal ruang isolasi darurat ini, kami juga akan melakukan rekrutmen tenaga medis baik dokter maupun perawat,” ungkapnya.
Saat ditanya ada berapa jumlah karyawan Petrokimia Gresik dan apakah ada yang dinyatakan positif Covid-19. Yusuf menyatakan ada, tetapi belum mengetahui detailnya.
“Karyawan Petrokimia Gresik yang dinyatakan positif ada, sebab pandemi ini telah menyebar luas disegala lapisan masyarakat. Bahkan, jumlahnya terus kalau kita amati terus bertambah,” tukasnya.
“Petrokimia Gresik memiliki karyawan sebanyak 26 ribu, jika diakumulasikan bersama keluarganya maka jumlah totalnya mencapai 14 ribu dan semuanya telah dilakukan rapid tes masiv. Agar yang diketahui reaktif, bisa dilanjutkan dengan tes Swab,” tandasnya.
“Jika ada karyawan atau keluarganya yang terkonfirmasi positif, tentunya akan mendapatkan penanganan medis secara intensif agar tidak menularkan ke lainnya. Salah satunya, dengan memanfaatkan ruang isolasi darurat ini tentunya,” lanjut dia.
“Kami berharap tentunya penambahan kasus positif Covid-19 bisa ditekan, agar tidak terus naik. Namun, apapun perkembangnnya kedepan kami sudah melakukan langkah antisipasi secara optimal,” pungkas Yusuf. (Mor)