Ilustrasi. (Dok/Ist)

Jusraga Berikan Donasi Pebasket Tri Adnyana

Loading

JAKARTA (Independensi.com) – Mantan pebasket nasional, Tri Adnyanaadi Lokatanaya kini tengah berjuang melawan sakit diabetes yang merudungnya beberapa tahun terakhir, mendapat perhatian cukup besar dari komunitas basket di Tanah Air. Donasi yang diselenggarakan para wartawan yang tergabung dalam Jurnalis Suka dan Peduli Olahraga (Jusraga) dengan melakukan lelang dan melalui rekening, ternyata mendapat respon luar biasa dari khalayak.

“Saya sangat berterima kasih dan terharu dengan adanya penggalangan dana yang dilakukan Jusraga. Semoga seluruh insan olahraga Indonesia dijauhkan dari penyakit dan selalu dalam kondisi sehat,” ujar Tri, panggilan akrabnya dalam acara simbolis pemberian donasi melalui webinar, Jumat (14/8/2020). Pada kesempatan webinar yang diinisiasi oleh Jusraga, dipandu praktisi basket seni, Richard “Insane’ Latunusa.

Richard “Insane” Latunusa (kiri) dan Tri Adnyanaadi Lokatanaya.

Lebih jauh Tri mengatakan, kemajuan kondisi kesehatan usai menjalani operasi telapak kaki itu, cukup maksimal. “Luka bekas operasi sudah membaik, tinggal rekondisi fisik dan jaga pola hidup yang sehat,” imbuh mantan pebasket Aspac Jakarta ini. Dari catatan yang ada hingga Jumat (14/8/2020), donasi terkumpul sebesar Rp 30.488.000.

Tri merupakan jebolan sekolah atlet Ragunan. Ia membela timnas basket Indonesia sejak 1998. Tri selalu terpilih dalam skuat timnas basket Indonesia yang berlaga di SEA Games sejak 1991 sampai 1999. Menjalani karier profesionalnya di basket sejak 1989 sampai 2003 bersama Aspac Jakarta, Tri akhirnya pensiun setelah membela Mitra Kalila pada 2004.

Usai gantung sepatu, Tri menjadi asisten pelatih di berbagai klub. Ia kemudian pernah menangani tim Jabar putra U-19, tim putri Sahabat Semarang, serta NSH GMC. Tri juga pernah menjadi asisten pelatih timnas basket putri.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, Ketua Jusraga Erly Bahtiar mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian nyata para jurnalis yang sudah dimulai pada Selasa (4/8/2020), untuk membantu pengobatan Tri.

“Kami mengetahui coach Tri sakit akhir bulan lalu. Beliau masih membutuhkan dukungan moril maupun materil selama perawatan sampai benar-benar sembuh. Kita tahu, luka bagi penderita diabetes bisa berdampak lebih buruk dibandingkan orang non-diabetes. Apalagi, profesinya sebagai pelatih menuntut fisik yang baik,” kata Erly.

Pria ramah ini pun menegaskan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan yang sama kepada insan olahraga yang memerlukan bantuan. “Kegiatan ini tidak hanya di bola basket saja, tetapi kepada insan olahraga lain yang memerlukan bantuan,” imbuhnya.

Jusraga melelang barang-barang berharga dan penuh kenangan dari para anggotanya yang dibuka untuk umum. Peminat dapat mengakses Instgram @jurnalispedulidansukaolahraga atau Facebook Jusraga untuk mengikuti lelang barang membantu Tri.